Kemensos Siapkan “Scan” Wajah Penerima Bansos, Mulai Berlaku Tahun Depan

Kemensos Siapkan “Scan” Wajah Penerima Bansos, Mulai Berlaku Tahun Depan
Bagikan

Kemensos menyiapkan sistem scan wajah penerima bansos untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan mencegah kesalahan saat proses penyaluran kepada KPM setempat.

Kemensos Siapkan “Scan” Wajah Penerima Bansos, Mulai Berlaku Tahun Depan

Teknologi ini nantinya membantu petugas mencocokkan identitas penerima dengan data yang tercatat. Kemensos berharap sistem tersebut bisa mengurangi risiko kesalahan saat penyaluran bantuan sekaligus membuat proses verifikasi lebih jelas.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Scan Wajah Jadi Sistem Baru Penyaluran Bansos

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan penggunaan teknologi pemindaian wajah mengikuti arahan Presiden. Pemerintah ingin memastikan orang yang menerima bantuan benar-benar sesuai dengan nama yang tercatat dalam data.

Menurut Gus Ipul, sistem lama masih memungkinkan orang lain menerima bantuan ketika memiliki nama yang sama dengan penerima. Teknologi baru nantinya mencocokkan identitas berdasarkan wajah sehingga petugas dapat melakukan verifikasi dengan lebih akurat.

“Kalau dulu mungkin namanya sama, orang lain yang terima bisa. Tapi dengan sistem yang baru ini tidak akan mungkin orang berbeda menerima. Jadi harus namanya sama dengan orangnya,” kata Gus Ipul di Makassar, Selasa (15/9/2026).

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Sudah Diuji di Banyuwangi dan Mulai Meluas

Sebelum memperluas sistem, Kemensos lebih dulu melakukan uji coba di Kabupaten Banyuwangi. Pemerintah kemudian mulai menerapkan skema tersebut secara bertahap di sejumlah daerah.

Saat ini, sistem digitalisasi bansos berbasis pemindaian wajah sudah berjalan di 42 kabupaten/kota. Kemensos menargetkan perluasan dalam waktu dekat agar lebih banyak penerima bisa menggunakan sistem tersebut.

Gus Ipul menyebut pemerintah berencana menerapkannya di lebih dari 250 kabupaten/kota pada bulan berikutnya. Jika tahapan tersebut berjalan sesuai rencana, sistem pemindaian wajah akan berlaku secara nasional pada tahun depan.

Baca Juga: Dua Gempa Guncang Indonesia, Maluku M6,2 Disusul Kepulauan Seribu M5,9

Masih Ada Kendala Smartphone di Kalangan Penerima

Penerapan teknologi baru tentu tidak langsung berjalan tanpa hambatan. Kemensos masih menemukan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang belum memiliki smartphone. Sebagian lainnya sudah mempunyai perangkat, tetapi belum terbiasa menggunakannya.

Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu menyiapkan pendamping di lapangan. Mereka dapat membantu warga memahami cara menggunakan perangkat sekaligus mengikuti proses verifikasi yang diperlukan.

Gus Ipul mengatakan kemampuan setiap warga dalam menggunakan teknologi berbeda-beda. Karena itu, pendamping atau agen perubahan memiliki peran penting agar penerapan sistem tidak justru menyulitkan masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Empat Juta Keluarga Baru Masuk Data Penerima

Di tengah persiapan sistem baru, Kemensos juga mencatat adanya perubahan besar dalam data penerima bansos. Lebih dari empat juta keluarga masuk sebagai KPM baru dalam dua tahun terakhir.

Gus Ipul menjelaskan bahwa keluarga tersebut sebelumnya belum pernah menerima bansos dari pemerintah. Mereka masuk setelah Kemensos melakukan pemutakhiran data secara berkelanjutan.

“Dalam dua tahun terakhir ini lebih dari 4 juta keluarga penerima manfaat baru sebagai hasil daripada pemutakhiran. Di mana 4 juta lebih itu belum pernah menerima bansos sebelumnya, sekarang terima bansos,” jelasnya.

Masyarakat Akan Ikut Membantu Pemutakhiran Data

Pemerintah tidak hanya mengandalkan teknologi untuk memperbaiki penyaluran bansos. Kemensos juga ingin melibatkan masyarakat dalam proses pemutakhiran data agar informasi penerima semakin sesuai dengan kondisi di lapangan.

Langkah tersebut penting karena kondisi ekonomi keluarga dapat berubah dari waktu ke waktu. Ada keluarga yang sebelumnya membutuhkan bantuan, tetapi kemudian sudah mampu mandiri. Sebaliknya, ada pula keluarga yang baru masuk dalam kondisi membutuhkan dukungan pemerintah.

Dengan kombinasi pemutakhiran data, pendampingan, dan teknologi pemindaian wajah, Kemensos berharap penyaluran bansos semakin tepat sasaran. Pemerintah menargetkan sistem ini dapat berjalan secara nasional mulai tahun depan dengan tetap memperhatikan kesiapan masyarakat di setiap daerah.