Mensos & Wamensos Temui Massa Aksi, Tanggapi Tuntutan Pemeringkatan Desil

Mensos & Wamensos Temui Massa Aksi, Tanggapi Tuntutan Pemeringkatan Desil Mensos & Wamensos Temui Massa Aksi, Tanggapi Tuntutan Pemeringkatan Desil
Bagikan

Ratusan warga mendatangi Kantor Kemensos di Jakarta untuk menyampaikan tuntutan soal pemeringkatan desil kesejahteraan, dinilai masih belum sesuai kondisi warga.

Mensos & Wamensos Temui Massa Aksi, Tanggapi Tuntutan Pemeringkatan Desil

Aksi tersebut kemudian berubah menjadi dialog langsung. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menemui massa dan mengajak mereka masuk ke area kantor Kemensos. Pertemuan berlangsung di Taman Sekolah Rakyat dengan suasana yang lebih tenang.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Gus Ipul dan Agus Jabo Temui Warga di Tengah Aksi

Massa sebelumnya menyampaikan aspirasi melalui orasi dan poster yang mereka bawa. Saat mengetahui warga ingin menyampaikan keluhan secara langsung, Gus Ipul dan Agus Jabo keluar dari gedung untuk menemui mereka.

Keduanya kemudian mengajak peserta aksi masuk ke area dalam Kemensos. Petugas juga menyiapkan kursi untuk ibu-ibu dan lansia agar mereka dapat mengikuti pembicaraan dengan nyaman.

Dalam dialog tersebut, warga dari sejumlah wilayah Jakarta menyampaikan pengalaman masing-masing. Mereka menyoroti perbedaan antara kondisi ekonomi di lapangan dengan data desil yang tercatat dalam sistem kesejahteraan.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

KWJK Bawa Sekitar 2.500 Data Warga

Koalisi Warga Jakarta untuk Keadilan (KWJK) tidak datang hanya dengan membawa keluhan. Perwakilan mereka menyerahkan sekitar 2.500 data warga yang masuk dalam posko pengaduan.

Juru Bicara KWJK Dea Melrisa mengatakan data tersebut mencakup warga yang merasa pemeringkatan desilnya tidak sesuai. Sebagian lainnya bahkan belum tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Ketua Umum KWJK Marlo Sitompul juga mengaku terkejut karena kali ini mereka dapat berdialog langsung dengan Menteri Sosial. Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada pembicaraan, tetapi berlanjut hingga ada perubahan terhadap data warga yang memang membutuhkan koreksi.

Baca Juga: Nasib Pilu Painem, Janda Nganjuk Terancam Kehilangan Bansos Usai Masuk Desil 7

Warga Ceritakan Masalah Desil yang Mereka Alami

Sejumlah warga kemudian mendapat kesempatan menyampaikan persoalan secara langsung. Salah satunya Mardiana, buruh pengupas bawang yang mengaku hanya memperoleh sekitar Rp30 ribu per hari. Ia mempertanyakan pencatatan keluarganya pada desil 6 karena merasa kondisi ekonominya masih sulit.

Warga lain, Sri Sugiarti dari Rusun Pesakih, juga menyampaikan keluhan. Ia mengatakan belum pernah menerima bantuan meski sudah tinggal di rusun selama bertahun-tahun. Sementara itu, Julia mengkhawatirkan status desil keluarganya akan berdampak pada akses pendidikan anaknya.

Berbagai cerita tersebut menunjukkan bahwa persoalan data tidak hanya berkaitan dengan bantuan sosial. Warga juga mengaitkannya dengan kebutuhan pendidikan dan layanan sosial lain yang menggunakan data kesejahteraan sebagai salah satu acuan.

Kemensos Janji Verifikasi 2.500 Data dalam Sepekan

Gus Ipul memastikan Kemensos menerima seluruh dokumen yang dibawa warga. Ia meminta jajarannya melakukan pendalaman, verifikasi, dan validasi terhadap data tersebut satu per satu.

Gus Ipul juga mengajak perwakilan KWJK ikut mengawal proses tersebut. Pemeriksaan data akan berlangsung bersama warga selama satu pekan, dengan hasil penelusuran yang nantinya disampaikan kepada pihak terkait. Agus Jabo turut memastikan data warga akan dipadankan agar persoalan yang muncul mendapat kejelasan.

Menurut Gus Ipul, pemerintah memang membutuhkan masukan masyarakat karena kondisi sosial warga dapat berubah. Karena itu, koreksi terhadap data menjadi bagian penting dalam proses pemutakhiran.

Warga Bisa Ajukan Usul dan Sanggah Data

Dalam pertemuan tersebut, Gus Ipul juga menjelaskan bahwa masyarakat memiliki jalur untuk menyampaikan koreksi. Warga dapat menggunakan aplikasi Cek Bansos untuk mengajukan usulan maupun menyanggah data yang dianggap tidak sesuai.

Kemensos juga menyediakan pendampingan bagi warga yang kesulitan menggunakan layanan digital. Gus Ipul bahkan mengajak perwakilan warga dan relawan untuk bergabung sebagai Agen Perlindungan Sosial atau Agen Perlinsos. Peran mereka dapat membantu masyarakat mengakses layanan sekaligus menyampaikan persoalan data dari lingkungan masing-masing.

Gus Ipul menegaskan bahwa pemerintah membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam memperbaiki data kesejahteraan. Ia meminta warga tidak ragu menyampaikan koreksi ketika menemukan informasi yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Pertemuan tersebut akhirnya menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan proses verifikasi. KWJK akan ikut mengawal sekitar 2.500 data yang mereka serahkan, sementara Kemensos menargetkan hasil penelusuran dalam waktu paling lambat satu pekan.