El Nino Mengintai, BRIN Ungkap Strategi Besar Amankan Pasokan Air dan Cuaca Indonesia

El Nino Mengintai, BRIN Ungkap Strategi Besar Amankan Pasokan Air dan Cuaca Indonesia El Nino Mengintai, BRIN Ungkap Strategi Besar Amankan Pasokan Air dan Cuaca Indonesia
Bagikan

Fenomena El Nino membuat BRIN menyiapkan teknologi modifikasi cuaca, desalinasi, dan pengolahan air untuk menghadapi kondisi panas serta kering hingga 2027.

El Nino Mengintai, BRIN Ungkap Strategi Besar Amankan Pasokan Air dan Cuaca Indonesia

Berbagai inovasi mulai dari modifikasi cuaca, pengolahan air laut, hingga teknologi air siap minum menjadi bagian dari strategi BRIN untuk menjaga ketahanan air Indonesia di tengah potensi musim kering panjang. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

BRIN Siapkan Teknologi Baru Hadapi Dampak El Nino

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan Indonesia menghadapi El Nino. Pemerintah ingin memastikan berbagai teknologi dapat membantu masyarakat menghadapi dampak cuaca ekstrem.

Arif menjelaskan bahwa kondisi El Nino tahun ini memiliki durasi yang hampir sama seperti sebelumnya, tetapi suhu udara terasa lebih panas dan tingkat kekeringan lebih tinggi.

“Minggu lalu saya diundang oleh Bapak Presiden untuk menyampaikan teknologi-teknologi apa yang dimiliki oleh BRIN untuk mengatasi El Nino,” ujar Arif di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Melalui arahan tersebut, BRIN terus memperkuat riset agar teknologi yang tersedia mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Modifikasi Cuaca Jadi Salah Satu Cara Kurangi Risiko Kekeringan

Salah satu teknologi yang mendapat perhatian adalah modifikasi cuaca. BRIN melakukan pengembangan agar operasi rekayasa cuaca berjalan lebih efektif dalam membantu meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah tertentu.

Arif menjelaskan BRIN mengembangkan beberapa pendekatan, seperti penggunaan natrium klorida (NaCl) berukuran 2-5 mikron, teknologi flare, serta pemanfaatan pesawat nirawak atau drone.

Teknologi tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas proses modifikasi cuaca sehingga pemerintah dapat melakukan langkah antisipasi ketika wilayah tertentu mengalami kekeringan.

Dengan dukungan teknologi yang lebih modern, pemerintah berharap dampak El Nino terhadap sektor pertanian, sumber air, dan kebutuhan masyarakat dapat berkurang.

Baca Juga: Dinsos Sleman Ungkap Cara Baru Daftar Bansos, Warga Diminta Siap Gunakan Sistem Digital

Desalinasi Air Laut Jadi Solusi Tambahan Ketahanan Air

Selain mengatur cuaca, BRIN juga mengembangkan teknologi desalinasi air laut untuk memperkuat ketersediaan air bersih. Teknologi ini mengubah air laut menjadi air yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Arif menyebut teknologi desalinasi sudah diterapkan di sekitar 40 wilayah pesisir Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas sumber air alternatif, terutama bagi daerah yang memiliki keterbatasan air tawar.

Wilayah pesisir yang sering menghadapi tantangan pasokan air dapat memanfaatkan teknologi ini sebagai salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Teknologi Arsinum Ubah Air Banjir Menjadi Air Siap Minum

BRIN juga mengembangkan teknologi Arsinum yang mampu mengolah berbagai sumber air menjadi air siap minum. Teknologi ini dapat memproses air banjir, air limbah, hingga air payau.

Menurut Arif, teknologi tersebut sudah digunakan di sejumlah lokasi bencana. Bahkan, Presiden Prabowo sempat mencoba langsung hasil pengolahan air Arsinum bersama sejumlah menteri.

“Arsinum itu air banjir, air limbah, air payau bisa menjadi air siap minum. Tadi Bapak Presiden juga mencoba, Bapak Presiden langsung minum air tersebut,” jelas Arif.

Keberhasilan teknologi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peluang untuk mengatasi persoalan air dengan pendekatan berbasis riset.

BRIN Teliti Potensi Sungai Bawah Tanah untuk Sumber Air

Tidak hanya mengandalkan teknologi pengolahan air, BRIN juga melakukan kajian terhadap potensi sungai bawah tanah sebagai sumber air baku.

Arif mengatakan pihaknya tengah mengembangkan teknologi untuk memetakan aliran sungai bawah tanah sekaligus mencari cara mengolah air yang masih mengandung bakteri seperti Escherichia coli (E. coli).

BRIN juga berencana membangun living laboratory di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, sebagai pusat pengembangan teknologi pengolahan air bawah tanah agar lebih bersih dan aman.

Kajian serupa turut berjalan di Gunungkidul dan beberapa daerah lain yang memiliki potensi sumber air bawah tanah. Melalui berbagai inovasi tersebut, BRIN berharap Indonesia mampu menghadapi tantangan El Nino sekaligus memperkuat ketahanan air nasional.