Karhutla Sulteng Makin Mengkhawatirkan, 40 Kasus Hanguskan 446,5 Hektare Lahan

Karhutla Sulteng Makin Mengkhawatirkan, 40 Kasus Hanguskan 446,5 Hektare Lahan Karhutla Sulteng Makin Mengkhawatirkan, 40 Kasus Hanguskan 446,5 Hektare Lahan
Bagikan

BPBD Sulteng mencatat 40 kasus karhutla sepanjang 2026 yang menghanguskan 446,5 hektare hutan dan lahan di sejumlah wilayah hingga Agustus.

Karhutla Sulteng Makin Mengkhawatirkan, 40 Kasus Hanguskan 446,5 Hektare Lahan

Data BPBD mencakup kejadian sejak 18 Januari hingga 19 Agustus 2026. Kasus kembali meningkat pada Agustus dengan 12 kejadian hanya dalam 19 hari pertama. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Agustus Jadi Bulan dengan Kasus Karhutla Tertinggi

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng Andi Sembiring mengatakan jumlah kasus pada Agustus menjadi yang tertinggi sepanjang periode pencatatan tersebut.

“Tercatat 12 kejadian karhutla sepanjang 1 hingga 19 Agustus 2026. Kalau dari Januari sampai Agustus ini berjumlah 40 kejadian. Kejadian yang Agustus yang tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya,” ujar Andi kepada wartawan, Sabtu (22/8/2026).

Pada Januari dan Februari, BPBD masing-masing mencatat 10 kejadian. Angka tersebut kemudian turun menjadi lima kejadian pada Maret dan hanya dua kejadian pada April.

BPBD tidak mencatat kasus karhutla pada Mei dan Juni. Namun, satu kejadian kembali muncul pada Juli sebelum jumlahnya melonjak menjadi 12 kasus pada Agustus.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Parigi Moutong Catat Kasus Terbanyak

Kasus karhutla tersebar di enam wilayah di Sulteng. Parigi Moutong mencatat angka tertinggi dengan 25 kejadian, atau lebih dari separuh total kasus yang masuk dalam laporan BPBD.

Tojo Una-Una menyusul dengan sembilan kejadian. Kemudian Banggai mencatat tiga kasus, sementara Poso, Banggai Kepulauan, dan Donggala masing-masing mencatat satu kejadian.

Dari seluruh kejadian tersebut, luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai 446,5 hektare. Angka itu menunjukkan besarnya dampak kebakaran meski tidak seluruh lokasi memiliki kondisi medan yang sama.

BPBD juga menghadapi kendala ketika petugas harus menuju titik api yang berada jauh di dalam hutan atau kebun warga. Kondisi medan membuat peralatan berukuran besar sulit masuk ke sejumlah lokasi.

Baca Juga: 4.256 Gempa Susulan Guncang Flores, Rumah Warga Kembali Roboh

Aktivitas Manusia Jadi Pemicu Utama

Andi mengatakan sebagian besar kebakaran muncul akibat aktivitas manusia. Warga terkadang membuka lahan dengan cara membakar tanpa pengawasan sehingga api mudah menjalar ke area lain.

Selain pembakaran lahan, petugas juga menemukan sejumlah potensi pemicu lain. Bekas api unggun yang tidak benar-benar padam dan puntung rokok yang orang buang sembarangan dapat memicu kebakaran saat kondisi lahan kering.

Karena itu, BPBD terus mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan api secara sembarangan, terutama ketika angin bertiup kencang dan kondisi vegetasi mulai mengering.

Langkah pencegahan menjadi penting karena petugas tidak selalu bisa menjangkau titik kebakaran dengan cepat. Semakin lama api dibiarkan, semakin luas pula area yang berpotensi terbakar.

Kemarau dan Angin Kencang Percepat Api

Selain aktivitas manusia, kondisi cuaca juga meningkatkan risiko karhutla di Sulteng. Andi menjelaskan kekeringan mulai muncul sejak Januari meski sejumlah daerah masih menerima hujan.

Memasuki periode kemarau, lahan yang lebih kering membuat api cepat menyebar. Angin kencang juga dapat membawa bara ke area lain dan memperluas titik kebakaran.

Andi mengaitkan kondisi tersebut dengan fenomena El Nino yang saat ini berada dalam kondisi kuat. Berdasarkan perkiraan yang ia sampaikan, pengaruh kondisi tersebut dapat berlangsung hingga November.

“Karhutla ini memang terjadi akibat fenomena El Nino Godzilla yang sudah dalam kondisi kuat sekali,” kata Andi.

BPBD Gandeng TNI-Polri untuk Padamkan Api

Hingga saat ini, BPBD Sulteng tidak menerima laporan korban jiwa maupun korban luka akibat 40 kejadian karhutla tersebut. Meski begitu, petugas tetap menghadapi tantangan saat memadamkan api di lokasi yang sulit dijangkau.

BPBD bekerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta masyarakat untuk menangani titik api. Petugas juga berkoordinasi dengan pemerintah desa agar warga dapat membantu memantau kondisi wilayah masing-masing.

BPBD terus mengingatkan masyarakat agar mengambil langkah pencegahan sejak awal. Warga diminta tidak membakar sampah atau lahan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan.

“Jangan membakar sampah atau lahan dan jangan membuang puntung rokok sembarangan,” tegas Andi.

Dengan potensi kemarau dan angin kencang yang masih berlangsung, kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk menekan munculnya kasus baru. BPBD juga terus memantau sejumlah wilayah rawan agar petugas dapat bergerak lebih cepat ketika menemukan titik api.