Lansia di Belawan Tinggal di Rumah Nyaris Ambruk, Pemkot Akhirnya Turun Tangan

Lansia di Belawan Tinggal di Rumah Nyaris Ambruk, Pemkot Akhirnya Turun Tangan Lansia di Belawan Tinggal di Rumah Nyaris Ambruk, Pemkot Akhirnya Turun Tangan
Bagikan

Miah (73) atau Nek Mek masih bertahan di rumah nyaris ambruk di Belawan. Kondisi itu membuat lansia tersebut khawatir saat hujan dan angin kencang melanda lagi.

Lansia di Belawan Tinggal di Rumah Nyaris Ambruk, Pemkot Akhirnya Turun Tangan

Rumah yang sudah ditempatinya sekitar 20 tahun itu kini miring dan hampir ambruk. Kondisi tersebut membuat Nek Mek tidak merasa aman, terutama ketika hujan deras dan angin kencang datang.

Video kondisi rumah Nek Mek yang nyaris roboh juga beredar di media sosial. Melihat keadaan tersebut, pihak Kelurahan Belawan I berencana membongkar bagian rumah yang berbahaya dan melakukan perbaikan. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Pemkot Siapkan Perbaikan Rumah Nek Mek

Lurah Belawan I, Irfan Jamal Zebua, mengatakan pihak kelurahan akan membantu memperbaiki rumah Nek Mek. Rencana tersebut mencakup pembongkaran bagian rumah yang sudah rusak sebelum membangun kembali bagian yang diperlukan.

Irfan menyampaikan rencana itu saat dikonfirmasi pada Jumat (18/9/2026). Ia mengatakan pihak kelurahan akan berusaha semaksimal mungkin agar Nek Mek mendapat tempat tinggal yang lebih layak.

Namun, proses perbaikan membutuhkan satu hal penting, yakni Nek Mek harus meninggalkan rumah untuk sementara. Pihak kelurahan khawatir material dari pembongkaran justru membahayakan dirinya.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Nek Mek Masih Enggan Mengungsi

Pihak kelurahan sebenarnya sudah menemui Nek Mek dan meminta dirinya tinggal sementara di rumah tetangga. Namun, perempuan berusia 73 tahun itu masih enggan meninggalkan rumahnya.

Menurut Irfan, Nek Mek juga sempat menolak tawaran untuk tinggal sementara bersama tetangga. Padahal, pembongkaran rumah tidak bisa berjalan dengan aman jika dirinya masih berada di dalam bangunan.

Kelurahan Belawan I kembali berupaya membujuk Nek Mek. Irfan mengatakan pihaknya akan turun ke lapangan untuk mencari jalan keluar yang bisa diterima Nek Mek sekaligus memastikan proses perbaikan berjalan aman.

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan 8 Bangunan, Bupati OKU Langsung Salurkan Bantuan

Rumah Ambruk Saat Hujan dan Petir

Kondisi rumah Nek Mek memburuk setelah hujan deras, angin kencang, dan petir terjadi pada Selasa (15/9/2026). Saat kejadian, bagian loteng rumah roboh dan kayu-kayunya jatuh ke bagian bawah.

Nek Mek saat itu sedang berbaring di dalam rumah. Karena tidak bisa berdiri dan berlari, ia harus merangkak untuk menyelamatkan diri hingga akhirnya berhasil keluar.

Warga sekitar kemudian membantu membersihkan kayu-kayu yang runtuh. Dari kondisi terakhir, bagian atas rumah sudah tidak ada, sedangkan lantai bawah masih berdiri dengan kondisi miring. Atapnya juga tertutup sejumlah barang bekas seperti kasur lipat dan terpal.

Bertahan di Rumah Warisan Selama 20 Tahun

Nek Mek mengatakan rumah tersebut merupakan peninggalan keluarga almarhum suaminya. Sekitar 20 tahun lalu, rumah itu diberikan kepada suaminya setelah saudara iparnya meninggal dunia.

Suami Nek Mek bekerja sebagai nelayan dan meninggal sekitar 25 tahun lalu setelah tersambar petir saat melaut. Sejak saat itu, Nek Mek menjalani kehidupan dengan kondisi ekonomi yang terbatas.

Ia sempat menyewa tempat tinggal milik tetangga setelah rumahnya mengalami kerusakan. Namun, biaya sewa membuatnya tidak mampu bertahan lama sehingga ia kembali tinggal di rumah tersebut bersama anak dan cucunya.

Bantuan Sosial Terkendala KTP untuk Pinjol

Selain persoalan rumah, Nek Mek juga menghadapi masalah bantuan sosial. Ia mengatakan bantuan yang sebelumnya diterima terhenti setelah KTP miliknya digunakan oleh anggota keluarga untuk mengajukan pinjaman online.

Irfan membenarkan adanya persoalan tersebut. Pihak kelurahan kini berusaha memisahkan Kartu Keluarga Nek Mek dari anak-anaknya agar data administrasinya dapat diperbaiki dan bantuan sosial bisa kembali diproses.

Anak Nek Mek, Mariani (52), mengatakan pihak Program Keluarga Harapan atau PKH sedang mengurus persoalan bantuan tersebut. Saat ini, prosesnya masih berjalan.

Di tengah kondisi rumah yang semakin mengkhawatirkan, Nek Mek berharap ada bantuan untuk memperbaiki tempat tinggalnya. Ia mengaku takut jika hujan dan angin kembali datang lalu membuat bangunan tersebut ambruk sepenuhnya.