Api Tak Kunjung Padam di TPA Jatiwaringin Meski 6 Hari Telah Berlalu

Api Tak Kunjung Padam di TPA Jatiwaringin Meski 6 Hari Telah Berlalu Api Tak Kunjung Padam di TPA Jatiwaringin Meski 6 Hari Telah Berlalu
Bagikan

Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, masih belum menunjukkan tanda-tanda benar-benar padam.

Api Tak Kunjung Padam di TPA Jatiwaringin Meski 6 Hari Telah Berlalu

Sudah hampir sepekan api terus berkobar sejak pertama kali asap tebal terlihat pada Selasa (30/6/2026). Kondisi ini membuat pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait harus bekerja ekstra keras untuk mengendalikan situasi.

Meski sebagian area sudah mulai bisa ditangani, titik api di beberapa bagian masih terus menyala. Situasi di lapangan juga tidak mudah karena material sampah yang terbakar membuat api bertahan lebih lama dan sulit dipadamkan sepenuhnya. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Upaya Pemadaman Masih Berjalan Intensif

Pemerintah Kabupaten Tangerang sudah menetapkan status tanggap darurat sejak 1 hingga 14 Juli 2026. Langkah ini diambil karena luasnya area terdampak dan potensi asap yang mengganggu permukiman sekitar.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sekitar 40 persen area yang terbakar sudah berhasil dipadamkan. Sisanya, sekitar 60 persen, masih dalam proses pemadaman dan pendinginan agar tidak kembali menyala.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa upaya pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara secara bersamaan. Petugas di lapangan terus bekerja tanpa henti untuk menekan penyebaran api.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Helikopter Water Bombing Dikerahkan

Salah satu langkah utama dalam penanganan kebakaran ini adalah penggunaan helikopter water bombing. Saat ini sudah ada dua unit yang beroperasi untuk menyiram titik-titik api dari udara.

BNPB berencana menambah dua helikopter lagi sehingga total menjadi empat unit. Penambahan ini diharapkan bisa mempercepat proses pemadaman, terutama di area yang sulit dijangkau oleh petugas darat.

Selain itu, tim di lapangan juga terus melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik panas yang berpotensi memicu api kembali. Upaya ini dilakukan secara bertahap karena kondisi lahan yang cukup luas dan kompleks.

Baca Juga: Geger! Menteri PANRB Bongkar Hasil Uji Coba Bansos Digital di 42 Kota dan Bali

Operasi Modifikasi Cuaca Belum Bisa Dilakukan

Selain pemadaman langsung, pemerintah juga mempertimbangkan penggunaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Namun, hingga saat ini langkah tersebut belum bisa dijalankan karena kondisi atmosfer yang belum mendukung.

BNPB menyebutkan tidak adanya awan hujan yang memadai dalam beberapa hari ke depan menjadi kendala utama. Meski begitu, satu unit pesawat OMC tetap disiagakan agar bisa langsung digunakan jika kondisi cuaca memungkinkan.

Strategi ini diharapkan dapat membantu mempercepat pemadaman jika hujan buatan bisa dilakukan. Namun untuk sementara, fokus utama tetap pada pemadaman manual dan water bombing.

Ratusan Warga Mengungsi Akibat Asap Tebal

Kebakaran yang tidak kunjung padam ini berdampak langsung pada warga sekitar TPA Jatiwaringin. Asap tebal yang terus muncul membuat sebagian warga terpaksa meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.

Sebanyak 232 jiwa tercatat mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar. Mereka terdiri dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia, yang rentan terhadap paparan asap.

Rinciannya mencakup 60 anak-anak, 7 lansia, 1 ibu hamil, 137 orang dewasa, 26 balita, dan 1 penyandang disabilitas. Kondisi pengungsian saat ini terus dipantau oleh pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan dasar para warga tetap terpenuhi.

Penelusuran Penyebab Kebakaran Masih Ditunda

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan bahwa investigasi penyebab kebakaran belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Fokus utama saat ini masih tertuju pada pemadaman api dan pengendalian sebaran asap.

Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan KLH, Irjen Rizal Irawan, menyampaikan bahwa proses pencarian penyebab akan dilakukan setelah situasi benar-benar aman. Tim investigasi akan diturunkan setelah api berhasil dipadamkan sepenuhnya.

KLH juga menyoroti pengelolaan TPA Jatiwaringin yang sebelumnya telah mendapat sanksi administratif terkait tata kelola. Pemerintah daerah diminta menerapkan sistem controlled landfill atau penimbunan sampah terkendali untuk mengurangi risiko kebakaran.

Namun, penerapan sistem tersebut belum berjalan maksimal di seluruh area. Dari total lahan sekitar 33 hektare, baru sebagian kecil yang berhasil dikelola dengan metode tersebut.

Ke depan, KLH berencana melakukan evaluasi besar terhadap ratusan TPA di seluruh Indonesia pada Agustus 2026. Evaluasi ini akan menilai kepatuhan dan kesiapan pengelolaan sampah di masing-masing daerah, termasuk dalam aspek pencegahan kebakaran seperti yang terjadi di Jatiwaringin.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut risiko lingkungan yang bisa berdampak luas jika tidak ditangani dengan serius.