Arjuna Tamaraya adalah seorang pemuda berusia 21 tahun asal Desa Bunga Kabupaten Simeulue, Aceh, yang dikenal sebagai musafir.

Ia disebut-sebut sebagai seorang musafir yang sedang butuh tempat beristirahat karena kehabisan masa sewa kos. Laporan awal menyebutkan bahwa ia datang ke Masjid Agung Sibolga untuk sekadar menumpang tidur, berharap mendapat tempat aman untuk istirahat sebelum melanjutkan aktivitas.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di NASIB RAKYAT.
Ayo bergabung di chanel whatsapp Nasibrakyat, dapatkan informasi terkini lebih cepat
Kronologi Kejadian
Peristiwa memilukan ini terjadi pada dini hari Jumat, 31 Oktober 2025, sekitar pukul 03.30 WIB di area teras Masjid Agung Sibolga, Jalan Diponegoro, Kecamatan Sibolga Kota.
Menurut keterangan polisi, Arjuna awalnya beristirahat di masjid itu meskipun sempat dilarang oleh salah satu warga sekitar. Meski demikian, ia tetap tidur. Warga bukan marbot atau pengurus masjid merasa keberatan lalu memanggil empat orang lain untuk ikut menemui Arjuna. Situasi kemudian berubah kacau.
Dalam tindakan brutal, para pelaku memukul, menendang, menyeret, dan bahkan melempar gorokan kelapa ke tubuh Arjuna. Kemudian, tubuhnya diseret keluar masjid saat itu ia sempat terbentur anak tangga. Para pelaku juga menginjak korban. Di tengah kepedihan itu, salah satu pelaku bahkan mengambil uang Rp 10.000 dari saku celana korban.
Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Tubuhnya penuh luka, lebam, dan luka parah akibat kekerasan. Arjuna kemudian dilarikan ke rumah sakit setempat, tetapi nyawanya tak tertolong.
Siapa Arjuna Tamaraya?
Arjuna Tamaraya adalah seorang pemuda berusia 21 tahun asal Kabupaten Simeulue, Aceh. Ia dikenal sebagai musafir, yaitu seseorang yang sedang dalam perjalanan jauh dari rumah, dan pada saat kejadian berada di Kota Sibolga, Sumatera Utara.
Arjuna datang ke kota itu untuk urusan pribadi dan menyewa tempat tinggal sementara. Namun, ketika masa sewa kosnya habis, ia memilih untuk beristirahat sejenak di Masjid Agung Sibolga.
Niatnya murni untuk mencari tempat berlindung dan beristirahat. Sesuai tradisi Islam yang mempersilakan musafir untuk mendapatkan perlindungan dan tempat singgah sementara.
Proses Hukum Pelaku

Setelah penyelidikan, aparat kepolisian di Kota Sibolga berhasil menangkap lima pelaku yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap Arjuna Tamaraya. Mereka adalah Zulham Piliang alias A (57), Hasan Basri alias Kompil (46), Syazwan Situmorang (40), Chandra Lubis (38), dan Rismansyah Efendi Caniago (30).
Mereka dijerat dengan Pasal 338 KUHP pembunuhan serta Pasal 170 ayat (3) KUHP tentang kekerasan bersama yang menyebabkan hilangnya nyawa. Untuk pelaku yang mengambil uang korban, ada tambahan dakwaan pencurian dengan kekerasan (Pasal 365 ayat (3) KUHP). Ancaman hukumannya bisa mencapai 15 tahun penjara.
Penyidikan didukung bukti kuat rekaman CCTV di sekitar masjid, pakaian korban, topi, tas, ember plastik serta satu buah kelapa yang digunakan untuk memukul korban. Semua bukti ini telah diamankan polisi.
Reaksi Publik
Peristiwa ini memicu kecaman luas dari berbagai pihak, karena dianggap telah merusak fungsi masjid sebagai tempat ibadah dan perlindungan bagi siapapun termasuk musafir.
Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengecam keras tindakan kekerasan terhadap Arjuna di masjid. Mereka menyebut perbuatan tersebut sebagai tindakan brutal dan biadab, yang menodai kesucian rumah ibadah. DMI menekankan bahwa masjid harus tetap terbuka dan ramah bagi musafir, bukan tempat stigma atau diskriminasi terhadap mereka.
Di sisi lain, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) juga menyatakan keprihatinan mendalam dan mendesak aparat penegak hukum untuk memproses kasus ini secara hukum.
Kemenag menyerukan agar masjid-masjid di seluruh Indonesia menjunjung semangat keterbukaan dan kemanusiaan bagi siapa saja yang membutuhkan tempat berteduh atau istirahat.
Tak sedikit masyarakat dan tokoh agama menyerukan agar masjid menyediakan ruang khusus bagi musafir atau mereka yang sekadar ingin beristirahat agar tragedi serupa tidak terulang.
Terus update dirimu dengan informasi menarik setiap hari, eksklusif dan terpercaya di NASIB RAKYAT.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari komparatif.id
- Gambar Kedua dari news.detik.com