Banjir Bandang Terjang 6 Kecamatan di Tapteng, Jembatan Hanyut

Terjang 6 Kecamatan di Tapteng, Jembatan Hanyut Terjang 6 Kecamatan di Tapteng, Jembatan Hanyut
Bagikan

Banjir bandang menerjang enam kecamatan di Tapanuli Tengah setelah hujan deras mengguyur sejak sore hari sungai meluap dan tanggul darurat.

Terjang 6 Kecamatan di Tapteng, Jembatan Hanyut

Warga terpaksa dievakuasi ke sekolah dan lokasi aman. Sebuah jembatan darurat dilaporkan hanyut terbawa arus, memutus akses antarwilayah. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan penanganan darurat guna mencegah dampak yang lebih besar.

Simak informasi terbaru dan terviral tentang bencana alam yang terjadi yang akan kita bahas hanya ada di NASIB RAKYAT.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVELIVE STREAMING WORLD CUP

Banjir Bandang Hantam Enam Kecamatan di Tapanuli Tengah

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah sejak Rabu sore (11/2/2026) memicu banjir bandang di sejumlah wilayah. Sedikitnya enam kecamatan terdampak akibat luapan sungai yang tidak mampu menampung debit air yang terus meningkat. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.00 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan hulu hingga hilir.

Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, merinci enam kecamatan yang terdampak, yakni Kecamatan Tukka, Sibabangun, Sarudik, Pandan, Barus, dan Sitahuis. Menurutnya, hujan deras yang turun merata di wilayah hulu dan pusat kota mempercepat peningkatan volume air sungai hingga meluap ke permukiman warga.

Luapan air terjadi begitu cepat sehingga warga di sejumlah titik tidak sempat menyelamatkan banyak barang berharga. Banjir bandang ini kembali menimbulkan kekhawatiran, mengingat wilayah tersebut sebelumnya juga pernah dilanda bencana serupa dengan dampak yang cukup besar.

Sungai Meluber, Tanggul Darurat Jebol Diterjang Arus

Masinton mengungkapkan bahwa sungai yang sebelumnya telah dinormalisasi dan diperlebar kembali meluap akibat tingginya curah hujan. Tanggul darurat yang dipasang untuk mengantisipasi banjir pun tidak mampu menahan derasnya arus air yang datang secara tiba-tiba dari wilayah hulu.

Tidak hanya air, banjir bandang juga membawa material kayu dalam jumlah besar. Kayu-kayu tersebut terseret arus dan memperparah kondisi sungai karena menyumbat sejumlah titik aliran air. Akibatnya, luapan semakin cepat terjadi dan merendam kawasan permukiman.

Di beberapa lokasi, ketinggian air dilaporkan berbeda-beda. Di wilayah Pardagangan, ketinggian air bahkan mencapai sekitar satu meter, sehingga warga setempat meminta segera dilakukan evakuasi demi keselamatan.

Baca Juga: Cuaca Makin Ekstrem, Bencana Alam Terus Menghantui Indonesia

Warga Mengungsi ke Sekolah dan Lokasi Aman

Warga Mengungsi ke Sekolah dan Lokasi Aman

Pemerintah daerah bergerak cepat mengevakuasi warga terdampak ke lokasi yang lebih aman. Sejumlah warga untuk sementara dipindahkan ke gedung sekolah yang dijadikan sebagai tempat penampungan darurat. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi risiko korban jiwa akibat banjir susulan.

Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Aparat setempat bersama relawan turut membantu warga yang rumahnya terendam agar dapat segera meninggalkan lokasi terdampak.
Hingga malam hari, pemantauan terus dilakukan untuk memastikan kondisi air tidak semakin meningkat.

Jembatan Hanyut, Warga Diminta Siaga

Banjir bandang tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga merusak infrastruktur. Sebuah jembatan darurat menuju Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, dilaporkan hanyut terbawa arus deras. Kerusakan ini menghambat akses warga dan distribusi bantuan ke wilayah terdampak.

Selain itu, di kawasan Jalan ST Z. Tampubolon, tepatnya antara Kelurahan Aek Tolang Induk dan Kelurahan Aek Tolang, material kayu dilaporkan menumpuk di sekitar jembatan. Tumpukan kayu tersebut menghambat aliran sungai dan meningkatkan risiko luapan lebih lanjut.

Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat akan bencana besar yang melanda Tapanuli Tengah pada akhir tahun lalu. Saat itu, banjir bandang dan longsor menyebabkan ratusan korban jiwa serta puluhan orang hilang. Pemerintah daerah kini berupaya maksimal mencegah dampak yang lebih besar dengan memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan di lapangan.

Jangan lewatkan kabar terbaru dan paling ramai dibicarakan tentang penebangan hutan eksklusif di NASIB RAKYAT.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari detik.com