Banjir melanda Pondok Hijau, Tangsel, memaksa warga dievakuasi menggunakan perahu karet karena akses jalan lumpuh total.
Puluhan rumah terendam air setinggi 1,5-2 meter, termasuk anak-anak dan lansia yang harus dibawa ke pos pengungsian sementara. Petugas BPBD dan relawan terus mengevakuasi warga serta menyalurkan bantuan logistik, sementara warga berharap banjir segera surut.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di NASIB RAKYAT.
Banjir Pondok Hijau Tangsel, Warga Dievakuasi Perahu Karet
Banjir masih melanda kawasan Pondok Hijau, Tangerang Selatan (Tangsel), menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Senin malam. Puluhan rumah terendam, dan warga terpaksa mengungsi menggunakan perahu karet untuk menghindari risiko terseret arus.
Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan mencapai 1,5 hingga 2 meter. Petugas gabungan dari BPBD Tangsel dan relawan setempat terus melakukan evakuasi warga terutama anak-anak dan lansia. Warga yang terdampak terpaksa meninggalkan rumah mereka dengan membawa barang-barang penting seadanya.
Selain itu, akses jalan menuju Pondok Hijau mengalami lumpuh total. Kendaraan roda dua maupun roda empat sulit melintas, sehingga tim evakuasi harus menggunakan perahu karet dan peralatan khusus untuk membantu warga menyeberang ke lokasi yang lebih aman.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Evakuasi Warga Terhambat Arus Deras
Proses evakuasi warga di Pondok Hijau terkendala derasnya arus air yang menggenangi jalan utama. Petugas BPBD mengerahkan perahu karet dan sejumlah relawan lokal untuk mengevakuasi warga yang terjebak di rumah mereka.
“Kami mengevakuasi lebih dari 50 keluarga hingga siang ini, termasuk anak-anak dan lansia. Semua dievakuasi ke pos pengungsian sementara,” ujar Kepala BPBD Tangsel, Andi Prasetyo. Petugas juga menyiapkan logistik seperti makanan siap saji, air bersih, dan obat-obatan.
Selain itu, relawan menegaskan pentingnya warga tetap berada di tempat aman dan tidak mencoba menyeberangi arus banjir sendiri. Arus yang deras dan kedalaman air membuat risiko kecelakaan sangat tinggi.
Baca Juga: Banjir Sungai Tuntang Meluas, Ratusan Warga Bertahan di Kantor Kecamatan!
Dampak Banjir Terhadap Infrastruktur
Banjir yang melanda Pondok Hijau juga berdampak pada infrastruktur sekitar. Jalan utama dan beberapa akses menuju sekolah serta fasilitas umum tergenang air, sehingga aktivitas warga lumpuh total. Beberapa tiang listrik dilaporkan miring akibat tekanan air, meningkatkan risiko korsleting.
Sementara itu, PDAM Tangsel mengimbau warga untuk menggunakan air bersih secara hemat. Beberapa saluran air tersumbat karena sampah terbawa banjir, sehingga distribusi air bersih mengalami gangguan.
Pihak kelurahan setempat terus berkoordinasi dengan pemerintah kota untuk mempercepat normalisasi aliran air dan memastikan saluran pembuangan tidak kembali tersumbat. Upaya ini dianggap penting agar banjir tidak berkepanjangan dan warga bisa segera kembali ke rumah mereka.
Evakuasi Warga, Bantuan Ditunggu
Sejumlah warga mengaku cemas karena rumah mereka masih terendam. Banyak yang membawa anak-anak dan barang-barang berharga ke pos pengungsian sementara. Beberapa warga berharap pemerintah segera menyediakan bantuan tambahan, termasuk makanan, selimut, dan obat-obatan.
“Mudah-mudahan banjir cepat surut. Kami sudah tidak bisa tinggal di rumah karena air terlalu tinggi,” kata salah seorang warga, Ibu Sari, sambil menunggu perahu karet untuk dievakuasi.
Pemerintah Tangsel berjanji akan meninjau lokasi terdampak setiap hari dan memberikan update terkait kondisi banjir. Warga juga dihimbau untuk tetap waspada dan mematuhi arahan petugas demi keselamatan mereka.
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Utama dari beritajatim.com
Gambar Kedua dari radarmadiun.jawapos.com