Banjir kembali melanda Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut permukiman warga di Desa.
Luapan sungai dan buruknya sistem drainase disebut menjadi penyebab utama. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil cukup besar. Mengapa kondisi ini terus berulang dan apa langkah penanganannya.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di NASIB RAKYAT.
Hujan Deras Picu Banjir di Banggai
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, memicu terjadinya banjir di sejumlah wilayah. Salah satu daerah terdampak adalah Desa Sepe, Kecamatan Balantak Selatan, yang mengalami genangan air hingga merendam permukiman warga. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras turun dalam durasi cukup lama.
Kapolsek Balantak, AKP Teddy, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan air meluap dan masuk ke area rumah warga. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat sempat terganggu karena genangan air yang cukup tinggi.
Banjir tersebut terjadi pada Jumat (10/4) sekitar pukul 14.00 WITA. Air mulai meluap dari aliran sungai yang tidak mampu menampung debit air hujan. Dalam waktu singkat, air menggenangi permukiman dan membuat warga harus waspada terhadap potensi banjir susulan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Luapan Sungai dan Drainase Buruk Jadi Penyebab
Banjir yang terjadi di Desa Sepe tidak hanya dipicu oleh tingginya curah hujan, tetapi juga karena meluapnya air sungai di sekitar wilayah tersebut. Sungai yang tidak mampu menampung volume air akhirnya meluber dan mengalir ke permukiman warga. Hal ini menjadi faktor utama terjadinya genangan di kawasan tersebut.
Selain itu, sistem drainase yang tidak optimal turut memperparah kondisi banjir. Saluran air yang seharusnya menjadi jalur pembuangan justru tidak berfungsi maksimal. Akibatnya, air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar dan akhirnya menggenang di jalan maupun halaman rumah warga.
Menurut AKP Teddy, kondisi ini bukanlah hal baru bagi warga Desa Sepe. Setiap musim penghujan tiba, banjir kerap terjadi akibat kombinasi antara curah hujan tinggi dan buruknya sistem drainase. Hal ini menunjukkan perlunya perhatian serius dalam penanganan infrastruktur lingkungan di wilayah tersebut.
Baca Juga: Duka Nias Selatan, Satu Orang Tewas Tertimbun Longsor, Ini Kronologinya
Ketinggian Air Capai 1 Meter
Ketinggian air yang merendam rumah warga di Desa Sepe bervariasi. Berdasarkan data sementara, genangan air berkisar antara 30 hingga 100 sentimeter. Beberapa rumah bahkan mengalami genangan yang cukup tinggi hingga mendekati satu meter, sehingga mengganggu aktivitas penghuni.
Warga terdampak harus berupaya menyelamatkan barang-barang berharga agar tidak rusak akibat terendam air. Kondisi ini juga menyebabkan sebagian warga memilih untuk sementara waktu mengungsi ke tempat yang lebih aman hingga air mulai surut.
Meski demikian, situasi berangsur membaik setelah hujan mereda. Air yang sebelumnya menggenangi permukiman perlahan mulai surut, sehingga warga dapat kembali membersihkan rumah dan lingkungan sekitar dari sisa lumpur dan kotoran akibat banjir.
Tidak Ada Korban Jiwa, Kerugian Capai Puluhan Juta
Meski banjir sempat merendam permukiman warga, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Hasil monitoring sementara dari pihak kepolisian memastikan bahwa seluruh warga dalam kondisi selamat. Hal ini menjadi kabar baik di tengah situasi bencana yang terjadi.
Namun demikian, kerugian materiil yang dialami warga tidak dapat dihindari. Sejumlah barang rumah tangga dilaporkan rusak akibat terendam air. Selain itu, beberapa fasilitas rumah juga mengalami kerusakan yang membutuhkan perbaikan.
AKP Teddy menyebutkan bahwa total kerugian akibat banjir tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp75 juta. Angka ini menjadi gambaran dampak ekonomi yang dirasakan warga, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya penanganan serius terhadap potensi banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari cnnindonesia.com
- Gambar Kedua dari radarpalu.jawapos.com