BNPB Serahkan 17 Hunian Sementara Bagi Korban Longsor di Cilacap

Sementara Bagi Korban Longsor di Cilacap Sementara Bagi Korban Longsor di Cilacap
Bagikan

BNPB menyerahkan 17 hunian sementara kepada warga terdampak bencana tanah longsor di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Sementara Bagi Korban Longsor di Cilacap

Huntara ini diperuntukkan bagi kepala keluarga yang rumahnya rusak berat akibat longsor November 2025. Penyerahan dilakukan secara simbolis sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana. Simak informasi terbaru dan terviral tentang bencana alam yang terjadi yang akan kita bahas hanya ada di NASIB RAKYAT.

Ayo bergabung di chanel whatsapp Nasibrakyat, dapatkan informasi terkini lebih cepat

Korban Longsor Cilacap Terima Hunian Sementara Dari BNPB

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Cilacap menyerahkan sebanyak 17 unit hunian sementara (huntara) kepada warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, Selasa (27/1/2026).

Sebanyak 17 kepala keluarga menerima huntara tersebut setelah rumah mereka mengalami rusak berat dan tertimbun material longsor. Kondisi bangunan yang tidak lagi layak huni membuat para warga harus mengungsi dalam waktu cukup lama, sehingga kehadiran huntara menjadi solusi mendesak bagi kebutuhan tempat tinggal sementara.

BNPB menegaskan bahwa penyediaan hunian sementara merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin keselamatan dan kesejahteraan masyarakat terdampak bencana. Langkah ini juga menjadi bagian dari tahapan rehabilitasi sebelum pembangunan hunian tetap dilakukan secara menyeluruh.

Serah Terima Huntara Resmi Dilaksanakan di Desa Jenang

Penyerahan huntara dilakukan secara simbolis melalui prosesi pemotongan pita oleh Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana. Kegiatan tersebut berlangsung di lokasi huntara yang berada di Desa Jenang, Kecamatan Majenang, yang dinilai aman dari potensi bencana lanjutan.

Acara penyerahan turut dihadiri oleh Bupati Cilacap, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam penanganan bencana secara terpadu.

Dalam sambutannya, Andi Eviana menyampaikan bahwa pembangunan huntara dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, kenyamanan, dan kelayakan huni. Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga sambil menunggu pembangunan hunian permanen.

Baca Juga: Skandal Kamboja Terkuak! Ribuan WNI Terjebak, Pahlawan Atau Penjahat? Ini Dia Fakta Mengejutkannya!

Huntara Dilengkapi Fasilitas Dasar Yang Layak

Huntara Dilengkapi Fasilitas Dasar yang Layak

Huntara yang dibangun BNPB telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat. Setiap unit dirancang agar memenuhi standar hunian sementara yang aman dan nyaman bagi keluarga terdampak bencana.

Di dalam setiap huntara tersedia kamar tidur, toilet, dapur, serta ruang keluarga. Selain itu, warga juga menerima peralatan penunjang aktivitas sehari-hari sehingga dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak meski masih dalam masa pemulihan.

Pemerintah daerah memastikan bahwa ketersediaan air bersih, sanitasi, dan akses lingkungan sekitar telah dipersiapkan dengan baik. Hal ini dilakukan agar warga tidak hanya memiliki tempat tinggal, tetapi juga kualitas hidup yang lebih baik selama tinggal di huntara.

Upaya Pemulihan Pascabencana Terus Ditingkatkan

Bupati Cilacap menyampaikan apresiasi atas dukungan BNPB dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam penanganan dampak longsor di wilayahnya. Menurutnya, sinergi lintas lembaga sangat penting dalam mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak.

Pemerintah daerah bersama BNPB juga terus melakukan pendataan dan perencanaan untuk pembangunan hunian tetap bagi warga. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian jangka panjang bagi para korban agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal dan aman.

Melalui pembangunan huntara ini, pemerintah berharap masyarakat terdampak dapat bangkit secara bertahap, baik secara fisik maupun sosial. Upaya pemulihan pascabencana akan terus dilakukan secara berkelanjutan demi menciptakan ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana di masa mendatang.

Jangan lewatkan kabar terbaru dan paling ramai dibicarakan tentang penebangan hutan eksklusif di NASIB RAKYAT.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari daerah.sindonews.com
  • Gambar Kedua dari technologyindonesia.id