Curah hujan tinggi sejak 24 November 2025, dikombinasikan dengan sistem drainase buruk, memicu banjir besar di Medan.

Puluhan kecamatan terdampak, rumah terendam, jalan lumpuh, dan aktivitas warga terganggu. Pemko Medan bersama BPBD, TNI-Polri, dan relawan siaga tanggap darurat, mengevakuasi warga, menormalkan listrik, serta membersihkan drainase tersumbat.
Berikut ini NASIB RAKYAT akan memberikan informasi tentang rakyat yang terkena musiba di Medan.
Faktor Penyebab Banjir Curah Hujan
Hujan intensitas sedang hingga lebat sejak 24 November 2025, dipengaruhi Bibit Siklon 95B dan angin barat konvergen, membuat debit Sungai Babura dan Deli melonjak drastis. Curah hujan harian melebihi 100 mm/h di Medan Labuhan, Marelan, dan Baru, menyebabkan luapan cepat ke permukiman cekungan.
Drainase kota overload karena tersumbat sampah dan sedimentasi, ditambah Danau Laguna retensi gagal tampung air berlebih sehingga melimpah balik ke Griya Martubung. Kawasan rendah seperti Terjun dan Petisah Hulu jadi korban utama, dengan air pasang laut perparah genangan.
BMKG peringatkan kondisi berlanjut hingga 27 November, dengan potensi angin kencang dan pohon tumbang tambah risiko. Fenomena ini mirip banjir rob sebelumnya, tapi skala lebih luas karena hujan kumulatif tiga hari.
Banjir Meluas, Aktivitas di Medan Terganggu
21 kecamatan terdampak Medan Labuhan ratusan rumah terendam 80 cm, Jalan S Parman banjir sedada dewasa, Jalan Gatot Subroto lumpuh total. Kendaraan mogok massal, sekolah libur, pasar tutup, dan listrik padam di Maimun serta Polonia.
Ekonomi terpukul: UMKM lumpuh, nelayan terhenti, warga Griya Martubung evakuasi mandiri dengan perahu karet. Akses tol Bandar Selamat tergenang lutut, depan UNIMED/UIN macet parah, ribuan jiwa terisolasi tanpa sinyal komunikasi.
BPBD catat belum ada korban jiwa, tapi trauma psikologis tinggi; anak-anak trauma, lansia kesulitan evakuasi. Kerugian material puluhan miliar, dengan Jalan Pancing dan Bhayangkara tak dilalui motor.
Baca Juga: Tapera, Kebijakan Pemerintah yang Bikin Rakyat Makin Terjepit
Langkah Cepat Pemko Medan Atasi Banjir

BPBD Kota Medan kerahkan 6 tim SAR evakuasi warga Terjun dan Parombunan, bagikan makanan siap saji ke 500 pengungsi. Wali Kota Rico Waas pantau lapangan, koordinasi PLN normalisasi listrik dan pompa air di 19 titik rawan.
Rumah pompa Griya Martubung digas pol, tapi overload; relawan bahu-membahu angkut lumpur. Posko kesehatan tangani luka ringan, vaksinasi cegah leptospirosis pasca-banjir. Dana darurat Rp5 miliar alokasikan bersih-bersih drainase.
TNI-Polri amankan wilayah, cegah kriminalitas di rumah kosong. Pemprov Sumut kirim bantuan helikopter logistik ke Medan Utara. Koordinasi BMKG pantau siklon real-time.
Imbauan Pemerintah dan Pencegahan Jangka Panjang
Kepala BPBD Yunita Sari imbau warga evakuasi dini ke rumah tangga lebih tinggi, hindari bantaran sungai, serta pantau info resmi via radio karena sinyal lemah. Jangan tunggu air masuk rumah, pindah sekarang tegasnya.
Pemko instruksikan kurangi sampah plastik, normalisasi saluran rutin, dan reboisasi DAS Sungai Deli. Warga diminta laporkan drainase tersumbat via hotline BPBD 112. Sekolah dan kantor libur hingga cuaca reda.
Ke depan, Pemko rencana bangun tanggul permanen dan smart drainage berbasis IoT. BMKG saran adaptasi iklim: bangun rumah panggung di zona rawan. Gotong royong jadi kunci pulihkan Medan dari kota tenggelam.
Simak dan ikutin terus berita terbaru dan terviral lainnya hanya ada di kejadianmedan.info.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari medan.kompas.com
- Gambar Kedua dari medan.kompas.com