Banjir besar melanda Bone dan menimbulkan duka mendalam setelah dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, diterjang banjir akibat hujan deras sejak Kamis malam, 7 Mei 2026, merendam 7 titik wilayah dengan ketinggian air hingga 2 meter. Dua warga tewas dan 67 orang dievakuasi tim SAR gabungan. Bencana ini menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat setempat di tengah upaya penanganan yang masih berlangsung.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di NASIB RAKYAT.
Serangan Banjir Dahsyat
Hujan intens mengguyur Bone sejak Kamis malam, memicu luapan sungai dan banjir rob pesisir. Air naik cepat hingga 2 meter, merendam rumah dan jalan raya di Tanete Riattang serta Tanete Riattang Timur. Wilayah dataran rendah paling parah terdampak. Warga terpaksa meninggalkan harta benda demi keselamatan jiwa. Kekuatan alam ini mengingatkan betapa rentannya pemukiman pinggir pantai.
Tujuh titik banjir tercatat: Panyula, depan Polres Bone, Masumpu, Yos Sudarso, Lengkongnge, Rompe, dan Bajoe. Ratusan rumah terendam 0,5-2 meter, memaksa warga mengungsi darurat. Cuaca dingin 19-30°C tambah sulit kondisi. Listrik padam total sejak malam hari. Anak-anak menangis ketakutan di tengah gelap gulita.
BPBD Bone segera aktifkan peringatan dini, tapi debit air melonjak tak terkendali. Banjir susulan dikhawatirkan akibat hujan tak kunjung reda. Masyarakat panik, banyak yang terjebak di rumah. Tim penyelamat berjuang lawan arus deras. Harapan tertumpu pada bantuan pemerintah pusat yang segera tiba.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Tragedi Dua Korban
Korban pertama Naima (80), lansia Kelurahan Bajoe, ditemukan tewas di ranjangnya. Air 1,5 meter masuk rumah, diduga ia tak sempat evakuasi diri. Penyebab kematian masih diselidiki. Keluarga hancur tak bisa menyelamatkan sang nenek. Doa terbaik mengiringi kepergiannya yang menyedihkan.
Korban kedua Muhammad Arsan atau Acca (5 tahun), Kelurahan Panyula, tenggelam saat ikut ayah evakuasi mandiri. Tim SAR coba RJP tapi gagal, anak itu dinyatakan meninggal. Orang tua hancur kehilangan bocah tak bersalah. Bocah polos itu baru berusia lima tahun. Tragedi ini luka abadi bagi keluarga dan masyarakat.
Kedua korban jadi pengingat risiko banjir bagi rentan seperti lansia dan anak. Basarnas konfirmasi identitas, keluarga kini dalam duka mendalam. Tragedi ini tutup operasi evakuasi dengan pilu. Masyarakat setempat menggelar doa bersama. Semoga tak ada lagi nyawa melayang sia-sia.
Baca Juga: Banjir Rendam Nagan Raya, Tiga Kecamatan Terendam Dan Warga Mulai Dievakuasi!
Respons Cepat SAR
Basarnas Makassar terjunkur setelah laporan, tim Pos SAR Bone berangkat dengan peralatan lengkap. Operasi gabungan libatkan BPBD, Damkar, Satpol PP, Polres, Kodim, Brimob, PSC, dan warga. 67 jiwa selamat dievakuasi dari titik rawan. Tim bekerja tanpa lelah sepanjang malam. Keberanian mereka patut diapresiasi penuh.
Evakuasi fokus kawasan pesisir seperti Panyula dan Bajoe, air deras hambat akses. Tim gunakan perahu karet, selamatkan keluarga terjebak. Koordinasi mulus cegah korban tambahan. Warga yang diselamatkan menangis haru. Setiap detik sangat menentukan nasib nyawa.
Siaga lanjut, pantau banjir susulan dan cuaca buruk. Basarnas buka hotline darurat, pastikan bantuan cepat ke korban. Operasi sukses selamatkan puluhan nyawa. Pahlawan kemanusiaan ini jadi harapan di tengah bencana. Dukungan publik terus mengalir deras.
Upaya Pemulihan
Pemkab Bone buka posko bencana dan dapur umum di Watampone. Bupati Andi Asman Sulaiman instruksikan bantuan logistik ke pengungsi. Kebutuhan mendesak: makanan, obat, dan selimut. Relawan lokal aktif menyediakan kebutuhan pokok. Semangat gotong royong terlihat nyata di sini.
DPRD Bone desak normalisasi sungai dan drainase untuk cegah banjir ulang. Anggaran darurat dialokasikan, relawan turun tangan bersihkan lumpur. Pemda koordinasi provinsi untuk tambahan bantuan. Pembersihan lumpur jadi prioritas utama. Warga optimis bangkit lebih cepat.
Masyarakat diajak waspada, ikuti peringatan BMKG. Edukasi evakuasi mandiri tingkatkan kesadaran bencana. Bone bangkit dari musibah, solidaritas kuat satukan warga. Doa dan usaha bersatu wujudkan pemulihan. Masa depan cerah menanti Bone yang tangguh.
Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaran NASIB RAKYAT sumber informasi terkini yang selalu terupdate.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari kalbar.antaranews.com