Gempa 7,6 Guncang Sulut-Malut, Jalan Bergoyang, Warga Panik Dan Bersedih!

Gempa 7,6 Guncang Sulut-Malut Gempa 7,6 Guncang Sulut-Malut
Bagikan

Gempa magnitudo 7,6 mengguncang Sulut dan Malut, jalan bergoyang, warga panik berhamburan, suasana mencekam dan penuh kesedihan.

Gempa 7,6 Guncang Sulut-Malut

Gempa bumi magnitudo 7,6 mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis pagi, 2 April 2026, pukul 06.48 Wita. Getarannya terasa hingga Bitung, Manado, dan Ternate, membuat warga panik dan berhamburan ke luar rumah. Peringatan tsunami sempat dikeluarkan, namun akhirnya dinyatakan aman.

Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di .

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Dampak Guncangan dan Reaksi Warga

Warga di Bitung dan Manado menggambarkan gempa sebagai salah satu yang terkuat yang pernah mereka rasakan. Beberapa menyebut “jalanan aspal sampai bergoyang” dan perabot rumah ikut bergetar hebat saat gempa berlangsung selama lebih dari 10 detik. Banyak orang keluar dari rumah untuk mencari area aman karena suara gemuruh yang menyertai guncangan.

Reaksi panik terlihat jelas di beberapa kawasan pesisir, di mana warga segera menjauh dari bangunan dan menuju lokasi terbuka. Di Kota Ternate, masyarakat juga melaporkan guncangan kuat yang membuat mereka bergegas ke luar rumah. Meski begitu, tidak semua rumah mengalami kerusakan parah.

Guncangan hebat ini terasa hingga ke daerah lain di provinsi, termasuk di daerah pedalaman yang juga merasakan getaran kuat. Aktivitas publik sempat terhenti sementara saat orang menghentikan aktivitas mereka dan mengamankan diri dari dampak gempa.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Potensi Tsunami dan Aktivitas Gempa Susulan

Akibat gempa magnitudo besar ini, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah pesisir di Sulut dan Malut. Hal ini membuat banyak warga di dekat pantai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi sementara waktu.

Setelah peringatan tsunami, alat pemantau mencatat gelombang kecil di beberapa titik. Di Halmahera Barat tercatat tsunami setinggi sekitar 0,3 meter, sementara di Bitung juga terdeteksi gelombang sekitar 0,2 meter. Meski relatif kecil, kewaspadaan tetap diminta karena kemungkinan gelombang susulan.

Selain itu, BMKG mencatat puluhan gempa susulan setelah peristiwa utama. Hingga pertengahan siang, tercatat sebanyak 93 gempa susulan dengan magnitudo antara 2,8 hingga 5,8, beberapa di antaranya masih terasa oleh masyarakat.

Baca Juga: Wajib Tahu! Dana Otsus Jayapura Harus Pro Rakyat, Ini Pesan Wali Kota

Korban, Kerusakan dan Penanganan

 Korban, Kerusakan dan Penanganan

Bencana ini telah menelan korban jiwa di Kota Manado, di mana seorang perempuan 70 tahun bernama Deice Lahia dilaporkan meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa terjadi. Seorang lainnya mengalami luka patah kaki saat mencoba menyelamatkan diri.

Selain korban manusia, sejumlah bangunan juga mengalami kerusakan. Di antaranya Kompleks Lapangan KONI Manado dilaporkan hancur dan sejumlah fasilitas publik seperti gereja serta rumah warga mengalami dampak fisik dari guncangan. Pendataan kerusakan masih terus berlangsung oleh pihak berwenang.

Tim Basarnas bersama instansi lain terus melakukan pencarian dan pendataan di wilayah terdampak. Mereka juga memastikan tidak ada korban tambahan serta membantu upaya evakuasi jika dibutuhkan. Masyarakat terus diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Kesiapsiagaan dan Kondisi Geologi

Wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara memang berada di kawasan yang sangat aktif secara tektonik di Cincin Api Pasifik, sehingga gempa dengan kekuatan besar seperti ini bukan kejadian yang sepenuhnya tak terduga. Pemerintah dan lembaga terkait selalu mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

BMKG menegaskan bahwa sistem peringatan dini serta pemantauan intensif memainkan peran penting untuk mengurangi dampak bencana. Informasi awal gempa berhasil dirilis dalam hitungan menit setelah kejadian, yang membantu otoritas dan masyarakat merespons lebih cepat.

Pihak berwenang juga terus memantau situasi di lapangan dan mengimbau warga untuk menjauhi bangunan yang retak atau rusak serta tetap mengikuti arahan resmi demi keselamatan bersama.

Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaran NASIB RAKYAT sumber informasi terkini yang selalu terupdate.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari news.fin.co.id
  • Gambar Kedua dari garuda.tv