Jeritan Ibu Sahri Sobirin di DPR Bikin Suasana Haru, Minta Kasus Anaknya Jangan Sampai Dilupakan

Jeritan Ibu Sahri Sobirin di DPR Bikin Suasana Haru, Minta Kasus Anaknya Jangan Sampai Dilupakan Jeritan Ibu Sahri Sobirin di DPR Bikin Suasana Haru, Minta Kasus Anaknya Jangan Sampai Dilupakan
Bagikan

Tangis ibu Sahri Sobirin pecah saat RDP bersama Komisi III DPR RI, meminta kasus kematian anaknya yang diduga dibakar di Lombok Tengah tidak dilupakan.

Jeritan Ibu Sahri Sobirin di DPR Bikin Suasana Haru, Minta Kasus Anaknya Jangan Sampai Dilupakan

Sahri Sobirin merupakan seorang santri yang meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pembakaran hidup-hidup bersama dua orang lainnya di sebuah pondok pesantren di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tragedi tersebut meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang masih menunggu proses hukum berjalan. Simak ulasan lengkap dari NASIB RAKYAT.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Tangisan Ibu Sahri Sobirin Menggambarkan Luka Keluarga Korban

Suasana RDP berubah haru ketika perwakilan ibu Sahri Sobirin menyampaikan pesan penuh kesedihan. Ia berharap perjuangan mencari keadilan untuk anaknya tidak berhenti hanya karena keterbatasan ekonomi dan kondisi keluarga yang sederhana.

“Harapan saya sangat sederhana jangan biarkan kasus kematian anak saya, Sahril Sobirin, menguap dan dilupakan hanya karena kami orang miskin yang tidak punya uang dan kekuasaan,” ujar Advokat Hotman 911, Titi Tantry, yang menyampaikan pesan tersebut dalam forum DPR.

Pernyataan itu menggambarkan kegelisahan keluarga yang merasa membutuhkan dukungan agar kasus tersebut tetap mendapat pengawalan. Mereka berharap lembaga negara dapat membantu memastikan proses hukum berjalan secara terbuka.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Keluarga Minta DPR Membantu Mencari Jalan Keadilan

Dalam kesempatan itu, keluarga Sahri Sobirin juga mempertanyakan kepada siapa mereka harus meminta bantuan jika proses hukum tidak mendapat perhatian. Kondisi keluarga yang berasal dari kalangan masyarakat biasa membuat mereka merasa memiliki keterbatasan dalam memperjuangkan haknya.

“Jika DPR RI tidak membantu saya, ke mana lagi kami orang kampung yang pincang dan buta hukum seperti saya ini harus mencari keadilan di negeri ini?,” kata Titi Tantry mewakili ibu Sahri Sobirin.

Pesan tersebut menjadi bentuk permintaan agar kasus yang menimpa Sahri tidak hanya menjadi pemberitaan sesaat. Keluarga ingin ada kepastian mengenai penyelesaian perkara dan tanggung jawab atas peristiwa yang menyebabkan hilangnya nyawa sang anak.

Baca Juga: Mensos Beri Peringatan! Pemda Diminta Segera Perbarui DTSEN agar Bansos Tak Salah Sasaran

Kasus Sahri Sobirin Jadi Sorotan Publik

Kasus Sahri Sobirin Jadi Sorotan Publik

Meninggalnya Sahri Sobirin bersama dua korban lainnya di lingkungan pondok pesantren Lombok Tengah menarik perhatian masyarakat. Banyak pihak menilai kasus tersebut perlu mendapat penanganan serius karena menyangkut keselamatan anak-anak yang berada di lingkungan pendidikan keagamaan.

Peristiwa itu juga memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan dan perlindungan terhadap para santri. Masyarakat berharap seluruh fakta dalam kejadian tersebut dapat terungkap melalui proses penyelidikan dan persidangan yang berjalan sesuai aturan hukum.

Bagi keluarga, setiap perkembangan kasus menjadi harapan baru untuk mendapatkan jawaban atas apa yang terjadi kepada Sahri Sobirin.

Perjuangan Keluarga Korban Demi Mendapat Kepastian Hukum

Keluarga Sahri Sobirin terus berusaha mencari keadilan meski menghadapi berbagai keterbatasan. Kehadiran mereka dalam RDP bersama Komisi III DPR menjadi salah satu langkah untuk menyampaikan langsung suara keluarga korban kepada para wakil rakyat.

Mereka berharap perhatian dari DPR dapat membantu mengawal proses hukum agar berjalan dengan transparan. Keluarga juga ingin memastikan bahwa kasus tersebut tidak berhenti tanpa penyelesaian yang jelas.

Perjuangan keluarga korban menjadi pengingat bahwa setiap masyarakat memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan hukum, tanpa melihat latar belakang ekonomi maupun status sosial.

Harapan Agar Tragedi Ini Tidak Terulang Kembali

Selain meminta keadilan untuk Sahri Sobirin, keluarga dan berbagai pihak juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren, perlu menjadi tempat yang aman bagi para santri untuk belajar dan berkembang.

Kasus ini menjadi perhatian bahwa perlindungan terhadap anak harus menjadi tanggung jawab bersama. Penanganan yang serius dan transparan diharapkan mampu memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban sekaligus menjadi pelajaran bagi masyarakat luas.

Bagi ibu Sahri Sobirin, perjuangan tersebut bukan hanya tentang mengenang anaknya, tetapi juga memastikan bahwa kematian sang putra tidak berlalu tanpa mendapatkan keadilan.