Warga Karangasem Terdampak Longsor Dan Banjir, Hujan Masih Mengguyur

Warga Karangasem Terdampak Longsor Dan Banjir, Hujan Masih Mengguyur Warga Karangasem Terdampak Longsor Dan Banjir, Hujan Masih Mengguyur
Bagikan

Hujan deras melanda Karangasem, memicu longsor dan banjir, Warga terdampak dan upaya evakuasi serta bantuan terus dilakukan.

Warga Karangasem Terdampak Longsor Dan Banjir, Hujan Masih Mengguyur

Karangasem dilanda hujan deras yang memicu bencana longsor dan banjir di beberapa wilayah. Warga terpaksa mengungsi sementara, jalan utama tertutup material longsor, dan rumah-rumah tergenang. Tim BPBD dan aparat setempat tengah melakukan evakuasi serta pendistribusian bantuan untuk warga terdampak.

Kondisi NASIB RAKYAT ini menjadi peringatan penting tentang kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang masih berlanjut di daerah tersebut.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Hujan Deras Mengguyur Karangasem

Sejak Kamis malam (5/2/2026) hingga Jumat dini hari (6/2/2026), Karangasem, Bali, diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi. Curah hujan yang ekstrem ini memicu berbagai bencana alam, mulai dari tanah longsor, pohon tumbang, hingga banjir yang melanda beberapa desa di wilayah tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem menerima laporan awal bahwa sejumlah titik terdampak secara bersamaan. Kejadian ini memaksa warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan yang rawan bencana.

Hujan deras yang berkelanjutan menimbulkan risiko tambahan bagi aktivitas masyarakat. Jalan utama tertutup material longsor, aliran sungai meluap, dan sejumlah area permukiman mengalami genangan air. BPBD langsung melakukan pemantauan untuk memastikan keselamatan warga.

Longsor Di Banjar Batu Gede

Tanah longsor dilaporkan terjadi di empat titik sepanjang jalan Banjar Batu Gede, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat. Material longsor menutup jalan, sehingga kendaraan tidak bisa melintas dan aktivitas warga terganggu.

BPBD Karangasem berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk membersihkan material longsor dan membuka akses jalan secepat mungkin. Tim evakuasi dan alat berat dikerahkan demi memastikan mobilitas masyarakat kembali normal.

Warga di sekitar lokasi diminta selalu waspada. Jalur yang rawan longsor menjadi area berbahaya, dan masyarakat disarankan menunda perjalanan hingga kondisi jalan benar-benar aman. Keselamatan menjadi fokus utama dalam penanganan bencana ini.

Baca Juga: Tebing Longsor di Salawu, Jalur Tasik–Garut Putus Total

Banjir Rendam Desa Antiga Kelod

Banjir Rendam Desa Antiga Kelod 700

Selain longsor, hujan deras juga menyebabkan banjir di Kecamatan Manggis, tepatnya di Desa Antiga Kelod. Air menggenangi rumah warga dan ruas jalan, mengganggu aktivitas harian serta membuat beberapa warga harus mengungsi sementara.

BPBD melakukan pendataan dampak banjir dan menyiapkan bantuan darurat jika diperlukan. Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan tim penanggulangan bencana untuk mengurangi risiko cedera.

Meski banjir sempat surut setelah hujan reda, warga tetap diingatkan agar waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Sungai dan saluran air yang meluap menjadi ancaman tersendiri jika hujan kembali intens di hari-hari mendatang.

Pohon Tumbang Dan Dampak Lainnya

Hujan deras juga menyebabkan pohon tumbang di beberapa titik di Karangasem. Seorang pemotor menjadi korban akibat pohon yang roboh, dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Tim BPBD bersama aparat terkait terus melakukan evakuasi pohon tumbang untuk memastikan jalan tetap aman dilintasi. Penanganan cepat diperlukan agar lalu lintas masyarakat tidak terganggu dan risiko kecelakaan tambahan bisa diminimalkan.

Pohon tumbang menjadi peringatan nyata bagi warga untuk berhati-hati. Area rawan, terutama dekat hutan atau lereng bukit, memerlukan perhatian ekstra karena hujan deras dapat melemahkan akar pohon dan menyebabkan pohon roboh tiba-tiba.

Upaya Penanganan Dan Imbauan Untuk Warga

Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, menegaskan bahwa koordinasi dengan Dinas PUPR dan aparat terkait sudah dilakukan untuk mempercepat penanganan bencana. Tujuannya adalah membersihkan jalan dari longsor dan pohon tumbang serta memulihkan akses warga.

Hingga laporan sementara, BPBD mencatat sebanyak 13 bencana terjadi di wilayah Karangasem. Arimbawa berharap jumlah tersebut tidak bertambah, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.

Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan informasi cuaca dan peringatan dini. Keselamatan diri dan keluarga menjadi prioritas utama, terutama saat melakukan aktivitas di luar rumah maupun di area rawan bencana. Waspada, disiplin, dan sigap menghadapi cuaca ekstrem menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari detik.com