Terdampak banjir dahsyat, Iwan dan keluarga di Langkat menanti uluran tangan pemerintah, berjuang setiap hari demi kelangsungan hidup.

Banjir lebih dari satu meter di Lingkungan XII, Kelurahan Pekan Tanjung Pura, sejak Rabu (26/11/2025), mengubah hidup Iwan dan keluarganya. Ia bersama istri, dua anak, ibu, dan adik berkebutuhan khusus mengungsi di musala RSUD Tanjung Pura. Sudah lebih dari sepuluh hari mereka mencari sembako dan air minum, mengarungi banjir tiap hari untuk bertahan hidup.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang fakta lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di NASIB RAKYAT.
Perjuangan Tak Kenal Lelah Mencari Bantuan
Setiap hari, dari pukul sembilan pagi hingga matahari terbenam, Iwan dan istrinya menyusuri genangan air mencari bantuan, bersaing dengan pengungsi lain demi sedikit makanan atau minuman. Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya setiap bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga mereka.
Bantuan yang mereka dapatkan mayoritas berasal dari para relawan dan orang dermawan, bukan dari pemerintah secara langsung. Hanya sedikit bantuan yang diterima dari pihak rumah sakit, yang seringkali tidak mencukupi untuk empat anggota keluarga yang menjadi tanggungannya. Kondisi ini memaksa Iwan untuk terus bergerak, mencari setiap peluang bantuan yang ada.
Iwan mengungkapkan bahwa terkadang mereka hanya mendapatkan dua bungkus nasi sehari, yang harus dibagi rata. Lebih sulit lagi adalah mendapatkan air bersih, yang sangat minim dan seadanya. Keterbatasan akses terhadap kebutuhan pokok ini menjadi tantangan terbesar bagi Iwan dan keluarga, serta 17 kepala keluarga lain yang juga mengungsi di musala yang sama.
Ayo bergabung di chanel whatsapp Nasibrakyat, dapatkan informasi terkini lebih cepat
Minimnya Perhatian Pemerintah Dan Harapan Warga
Keadaan yang dialami Iwan dan para pengungsi lain di musala RSUD Tanjung Pura adalah cerminan dari minimnya perhatian pemerintah terhadap korban banjir. Meski sudah lebih dari sepuluh hari mengungsi, bantuan pemerintah yang tersalurkan masih sangat terbatas dan belum merata. Ini menimbulkan kekecewaan di kalangan warga yang sangat membutuhkan uluran tangan.
Harapan terbesar para korban banjir adalah agar bantuan dari pemerintah dapat disalurkan secara merata dan tepat sasaran. Mereka mendambakan uluran tangan yang dapat meringankan beban hidup mereka selama masa sulit ini. Kebutuhan akan makanan, minuman bersih, dan fasilitas layak menjadi prioritas utama yang harus segera dipenuhi.
Melihat kondisi ini, suara Iwan menjadi representasi dari banyak warga terdampak yang merasa diabaikan. Pemerintah diharapkan dapat segera mengambil tindakan konkret untuk memastikan distribusi bantuan yang adil dan memadai, sehingga setiap keluarga pengungsi dapat merasakan dukungan yang mereka butuhkan.
Baca Juga: Banjir Kembali Rendam Kota Sibolga, Pemerintah Penanganan Darurat
Kondisi RSUD Tanjung Pura Pasca-Banjir

RSUD Tanjung Pura, tempat Iwan dan keluarga mengungsi, juga mengalami dampak signifikan akibat banjir. Setelah 12 hari terendam, kondisi rumah sakit pada Minggu (7/12/2025) masih memprihatinkan, meskipun genangan air di jalan menuju rumah sakit mulai surut. Ruang-ruang pelayanan dan halaman rumah sakit masih menyisakan genangan air setinggi 40 cm.
Petugas rumah sakit terlihat sibuk membersihkan lumpur yang menutupi lantai dan peralatan medis, berupaya mengembalikan fungsi rumah sakit seperti semula. Proses pemulihan ini memerlukan waktu dan tenaga ekstra, mengingat banyaknya kerusakan dan kotoran yang ditinggalkan banjir. Lingkungan yang bersih dan steril sangat penting untuk pelayanan kesehatan.
Di tengah upaya pembersihan, warga terdampak banjir memanfaatkan ruang musala dan lantai dua rumah sakit sebagai tempat berlindung. Mereka beristirahat dan bahkan memasak di sana, menunjukkan adaptasi luar biasa dalam menghadapi situasi darurat. Rumah sakit bukan hanya menjadi fasilitas medis, tetapi juga tempat perlindungan sementara bagi masyarakat.
Media Massa Dan Solidaritas Sosial
Dalam setiap bencana, media massa memegang peranan krusial untuk menyajikan realitas di lapangan. Melalui laporannya, media berupaya menyuguhkan informasi yang akurat dan mendalam mengenai kondisi korban serta dampak banjir, membantu masyarakat memahami urgensi bantuan. Kejelasan informasi ini sangat penting agar masyarakat dapat merespons dengan tepat.
Liputan yang jujur dan berimbang bukan sekadar menyampaikan berita, melainkan juga berfungsi sebagai katalisator empati dan dukungan publik. Kisah nyata yang dibagikan, seperti pengalaman Iwan, dapat menginspirasi masyarakat untuk memberikan apresiasi atau bantuan. Dukungan ini esensial untuk memastikan jurnalisme tetap berintegritas dan berkualitas.
Perjuangan Iwan dan warga Langkat menunjukkan pentingnya solidaritas dan kepedulian. Setiap dukungan, baik langsung maupun melalui jurnalisme tepercaya, memberi dampak besar bagi pemulihan dan membantu membangun kembali kehidupan para korban bencana.
Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaran NASIB RAKYAT sumber informasi terkini yang selalu terupdate.
- Gambar Utama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari regional.kompas.com