Banjir besar melanda Kabupaten Hulu Sungai Tengah, merendam ribuan rumah warga dan memaksa sebagian besar penduduk mengungsi.
Banjir besar kembali melanda Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, dan menyebabkan ribuan rumah warga terendam air. Pada Senin, 18 Mei 2026, BPBD setempat melaporkan bahwa banjir tersebut berdampak luas di tiga kecamatan sekaligus, mengganggu aktivitas warga serta memaksa sebagian masyarakat bersiap menghadapi kondisi darurat di tengah tingginya curah hujan.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya diĀ NASIB RAKYAT.
Banjir Rendam Ribuan Rumah di Tiga Kecamatan
Pada Senin, 18 Mei 2026, banjir dilaporkan merendam ribuan rumah warga di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Tiga kecamatan yang terdampak adalah Batu Benawa, Barabai, dan Pandawan, yang merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk cukup tinggi.
Hujan dengan intensitas tinggi sejak dini hari menjadi pemicu utama meluapnya sungai di wilayah tersebut. Air kemudian menggenangi permukiman, jalan, hingga pekarangan rumah warga dengan ketinggian yang bervariasi.
BPBD HST menyebutkan kondisi di lapangan masih terus dipantau karena debit air belum stabil. Di beberapa titik, air bahkan masih menunjukkan kenaikan akibat hujan susulan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
š„ Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
š² DOWNLOAD SEKARANG
Kondisi Warga di Lokasi Terdampak
Sejumlah wilayah di Kecamatan Batu Benawa dilaporkan mulai berangsur surut, namun kondisi di Barabai masih fluktuatif. Sementara itu, di Kecamatan Pandawan, ketinggian air justru masih cenderung meningkat pada Senin (18/5/2026).
Warga di beberapa desa terpaksa bertahan di rumah masing-masing dengan kondisi banjir yang masih menggenangi area pemukiman. Aktivitas harian pun banyak terganggu akibat akses jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan.
Meski demikian, hingga laporan terakhir, belum ada korban jiwa maupun korban luka akibat banjir tersebut. Petugas tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi memburuk.
Baca Juga:Ā Gerak Cepat! Kapolres HST Dan Dandim 1002 Salurkan 1 Ton Beras Untuk Korban Banjir
Pendataan Korban dan Dampak Wilayah
BPBD HST masih melakukan pendataan lanjutan terkait jumlah rumah dan warga yang terdampak. Proses ini dilakukan karena kondisi air yang masih berubah-ubah di berbagai titik lokasi banjir.
Selain rumah warga, banjir juga berdampak pada fasilitas umum seperti jalan desa dan fasilitas pendidikan. Beberapa sekolah dan tempat ibadah dilaporkan ikut terendam air dengan ketinggian yang berbeda-beda.
Petugas di lapangan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan data dampak bencana dapat diperbarui secara akurat.
Upaya Penanganan dan Pemantauan Bencana
BPBD HST bersama aparat terkait terus melakukan pemantauan di lapangan guna mengantisipasi potensi banjir susulan. Warga juga diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan hujan dengan intensitas tinggi. Petugas juga menyiagakan peralatan darurat di sejumlah titik rawan banjir.
Tim gabungan dikerahkan untuk memantau kondisi sungai serta memastikan tidak ada penyumbatan yang dapat memperparah banjir di wilayah terdampak. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat respons jika situasi darurat terjadi. Selain itu, pembersihan material yang menyumbat aliran sungai terus dilakukan secara bertahap.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya dalam menangani bencana banjir dan membantu warga hingga kondisi kembali normal. Upaya penanganan darurat akan terus dilakukan selama genangan masih terjadi. Bantuan logistik dan kebutuhan dasar juga terus disalurkan kepada warga terdampak.
Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaranĀ NASIB RAKYATĀ sumber informasi terkini yang selalu terupdate.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari kalsel.antaranews.com
- Gambar Kedua dari liputan6.com