KORPRI menyerahkan lima ambulans kepada Mendagri Tito Karnavian untuk mempercepat layanan kesehatan bagi korban bencana di sejumlah daerah Sumatra.
Penyerahan ambulans berlangsung secara simbolis di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2026). Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Zudan Arif Fakrulloh menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada Tito Karnavian sebelum nantinya didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.
Lima Ambulans Siap Membantu Daerah Terdampak
Tito Karnavian menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diberikan KORPRI. Menurutnya, lima ambulans tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan kesehatan di wilayah yang masih menjalani masa pemulihan pascabencana.
Ia memastikan pemerintah segera menyalurkan seluruh ambulans ke daerah tujuan agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya secepat mungkin. Bantuan ini juga melengkapi berbagai dukungan yang sebelumnya telah diterima pemerintah dari sejumlah lembaga dan pihak swasta.
“Nanti kita akan salurkan,” ujar Tito saat menerima bantuan tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pemulihan Pascabencana Terus Dikebut Hingga 2028
Pemerintah saat ini fokus menjalankan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana di Sumatra. Program tersebut dijadwalkan berlangsung hingga tahun 2028 dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.
Tito menjelaskan sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang menunjukkan perkembangan paling cepat. Banyak puskesmas dan rumah sakit yang sebelumnya terdampak kini kembali memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Selain memperbaiki fasilitas kesehatan, pemerintah juga terus melengkapi kebutuhan penunjang seperti kendaraan operasional agar layanan medis dapat menjangkau masyarakat secara lebih efektif.
Baca Juga:Â Menkop Lapor ke Prabowo! Sudah 15.845 Koperasi Merah Putih Berdiri, Ribuan Lagi Segera Menyusul
Daerah Prioritas Penerima Bantuan Ambulans
Pemerintah menetapkan lima daerah sebagai penerima ambulans dari KORPRI. Tiga unit akan dikirim ke Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara karena kondisi pascabencana di wilayah tersebut masih membutuhkan perhatian besar.
Sementara itu, dua ambulans lainnya akan dikirim ke Kabupaten Agam, Sumatra Barat, serta Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Kedua daerah tersebut masih melakukan pemulihan setelah terdampak banjir pada tahun 2025.
Tito menilai tambahan ambulans akan mempercepat mobilitas tenaga kesehatan sekaligus meningkatkan akses layanan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan terdampak.
Belasan Daerah Masih Jadi Fokus Pemerintah
Selain lima daerah penerima ambulans, pemerintah masih memberikan perhatian khusus kepada sejumlah wilayah lain yang terdampak bencana. Di Provinsi Aceh, daerah yang terus dipantau meliputi Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Pidie Jaya, Bireuen, Gayo Lues, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.
Di Sumatra Utara, perhatian difokuskan pada Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan. Sementara di Sumatra Barat, pemerintah terus memantau kondisi Kabupaten Agam, Padang Pariaman, dan Tanah Datar.
Seluruh wilayah tersebut masih mendapatkan pendampingan dari Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra agar proses pemulihan berjalan sesuai target.
Kolaborasi Jadi Kunci Mempercepat Pemulihan
Tito menegaskan penanganan bencana tidak dapat mengandalkan pemerintah semata. Dukungan dari organisasi, dunia usaha, dan masyarakat sangat membantu mempercepat proses pemulihan di berbagai daerah.
Menurutnya, bantuan ambulans dari KORPRI menjadi contoh nyata kolaborasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Kendaraan tersebut akan mendukung layanan kesehatan, evakuasi pasien, hingga kegiatan kemanusiaan di wilayah terdampak.
Ia berharap seluruh bantuan segera beroperasi di daerah tujuan sehingga masyarakat bisa memperoleh layanan kesehatan yang lebih cepat. Pemerintah juga berkomitmen terus mempercepat rehabilitasi infrastruktur, pelayanan publik, dan fasilitas kesehatan agar kehidupan warga di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dapat kembali berjalan normal.