Teknologi AI mulai membantu dunia kesehatan dengan mendukung skrining ibu hamil dan memperluas akses layanan medis di daerah yang kekurangan dokter spesialis.
Di tengah keterbatasan jumlah dokter spesialis, AI hadir sebagai alat pendukung untuk membantu tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan awal. Salah satu bidang yang mulai merasakan manfaat teknologi ini adalah layanan kesehatan ibu dan kehamilan. NASIB RAKYAT akan mengulas bagaimana teknologi AI membantu skrining ibu hamil serta membuka peluang layanan kesehatan yang lebih merata bagi masyarakat.
AI Buka Peluang Layanan Kesehatan Lebih Merata
Dokter sekaligus Chief Medical Officer Philips, Dr. Carla Goulart Peron, melihat AI memiliki potensi besar untuk mengatasi kesenjangan layanan kesehatan. Menurutnya, teknologi ini dapat membantu tenaga medis di wilayah yang sulit mendapatkan akses dokter spesialis.
Pengalaman pribadi membuat Dr. Carla memahami tantangan tersebut. Saat awal menjalani praktik sebagai dokter spesialis obstetri dan ginekologi di Brasil, ia pernah menangani pasien hamil dengan kondisi darurat.
Saat itu, ia memiliki mesin USG tetapi belum memiliki kemampuan yang cukup untuk menggunakannya secara optimal. Ia kemudian meminta bantuan dokter senior melalui telepon untuk membaca hasil pemeriksaan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Teknologi Digital Ubah Cara Dokter Membantu Pasien
Menurut Dr. Carla, kondisi seperti itu kini mulai berubah karena perkembangan teknologi digital. Dokter yang berada di lokasi berbeda dapat melihat hasil pemeriksaan secara langsung melalui jaringan internet.
Dengan bantuan koneksi Wi-Fi atau 5G, dokter berpengalaman dapat memberikan arahan kepada tenaga kesehatan yang berada di lapangan. Mereka tidak perlu lagi hanya mengandalkan penjelasan melalui telepon.
Teknologi tersebut membuat proses konsultasi menjadi lebih cepat. Tenaga kesehatan di daerah juga bisa mendapatkan dukungan dari dokter ahli tanpa harus membawa pasien langsung ke kota besar.
Baca Juga:Â Gunung Gombak Ponorogo Terbakar! 15 Hektare Area Hijau Berubah Jadi Abu
AI Bantu Skrining Risiko Kehamilan di Daerah Terpencil
Dr. Carla menjelaskan bahwa Philips bersama Gates Foundation sedang mengembangkan teknologi bernama SmartSweep. Inovasi ini bertujuan membantu tenaga kesehatan melakukan skrining kehamilan dengan lebih mudah.
SmartSweep memungkinkan pengguna tanpa pelatihan USG mendalam melakukan pemindaian sederhana. Pengguna hanya perlu mengikuti langkah tertentu agar alat dapat mengambil informasi awal mengenai kondisi kehamilan.
AI kemudian membantu membaca data tersebut untuk menentukan tingkat risiko. Teknologi ini tidak menggantikan pemeriksaan USG lengkap, tetapi membantu tenaga kesehatan menentukan langkah berikutnya.
Melalui skrining awal, tenaga kesehatan dapat mengetahui apakah ibu hamil cukup mendapatkan pemantauan rutin atau membutuhkan rujukan ke fasilitas yang lebih lengkap.
AI Bukan Pengganti Dokter, Tetapi Alat Pendukung
Meski perkembangan AI semakin cepat, Dr. Carla menegaskan teknologi ini tidak bertujuan menggantikan peran dokter. AI hanya membantu tenaga kesehatan mengambil keputusan dengan informasi yang lebih cepat dan akurat.
Menurutnya, dokter tetap memiliki peran penting dalam memahami kondisi pasien secara menyeluruh. Teknologi hanya menjadi pendamping agar pelayanan kesehatan berjalan lebih efektif.
AI juga dapat membantu berbagai kebutuhan lain, mulai dari pencegahan penyakit, deteksi dini, skrining, hingga pemantauan pasien setelah menjalani perawatan.
Infrastruktur Tetap Jadi Kunci Keberhasilan AI Kesehatan
Dr. Carla mengingatkan bahwa AI tidak bisa menyelesaikan masalah kesehatan sendirian. Pemerintah dan penyedia layanan kesehatan tetap perlu membangun infrastruktur yang kuat.
Menurutnya, fasilitas kesehatan membutuhkan sistem rujukan yang jelas, jaringan internet yang memadai, serta tenaga medis yang mendapatkan pelatihan.
Ia mencontohkan pengalaman Brasil dalam mengembangkan layanan trombektomi mekanis untuk pasien stroke. Teknologi tersebut baru berhasil diterapkan secara luas setelah pemerintah dan fasilitas kesehatan membangun sistem pendukung.
Ke depan, AI diharapkan mampu membantu lebih banyak masyarakat mendapatkan layanan kesehatan berkualitas. Teknologi ini menjadi salah satu cara untuk mendekatkan pelayanan medis kepada wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses.