Pemerintah mempercepat pembangunan huntap bagi korban bencana di Sumatera karena banyak warga masih tinggal di hunian sementara cukup lama.
Tahun 2026, pemerintah menyiapkan lahan seluas 207,69 hektare untuk membangun 7.952 unit rumah. Lahan tersebut tersebar di tiga provinsi besar, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pemerintah memastikan lahan yang dipakai sudah bersih dari sengketa dan siap bangun. Sebagian besar berasal dari aset negara, BUMN, dan pemerintah daerah, sementara sisanya berasal dari lahan warga yang sudah dibeli pemda. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.
Lahan Negara Jadi Prioritas Utama Pembangunan
Staf Ahli Bidang Pertanahan, Keterpaduan Pembangunan, dan Tata Ruang Teddy Paul H. Siagian menjelaskan bahwa pemerintah mengutamakan lahan milik negara untuk pembangunan huntap.
Ia menegaskan bahwa lahan BUMN dan aset pemerintah daerah menjadi pilihan utama karena lebih cepat digunakan tanpa proses panjang. Pemerintah juga membeli lahan milik warga melalui anggaran daerah jika diperlukan.
Menurut Teddy, langkah ini mempercepat pembangunan rumah bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Aceh Jadi Wilayah dengan Huntap Terbanyak
Provinsi Aceh mendapat porsi pembangunan paling besar dengan 48 lokasi huntap. Total luas lahan mencapai 166,27 hektare yang tersebar di delapan kabupaten.
Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Utara, Bireuen, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya, dan Lhokseumawe masuk dalam daftar pembangunan.
Dari seluruh wilayah itu, Aceh akan membangun sekitar 6.220 unit rumah. Gayo Lues menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, disusul Aceh Tamiang dan Aceh Utara.
Baca Juga:Â Geger! Menko Pangan Soroti Buruh Tani, Nasib Petani Indonesia Jadi Sorotan Serius
Sumatera Utara dan Sumatera Barat Ikut Kebagian Proyek
Di Sumatera Utara, pemerintah menyiapkan 4 lokasi dengan luas 20,68 hektare. Dua kabupaten yang masuk program ini adalah Tapanuli Selatan dan Humbang Hasundutan.
Dari wilayah tersebut, pemerintah menargetkan 919 unit rumah. Tapanuli Selatan menyumbang jumlah terbesar dibanding Humbang Hasundutan.
Sementara itu, Sumatera Barat mendapatkan 8 lokasi dengan luas 20,74 hektare. Wilayah ini mencakup Kabupaten Agam, Tanah Datar, Lima Puluh Kota, Pesisir Selatan, Kota Padang, dan Padang Panjang.
Sumatera Barat akan membangun sekitar 813 unit rumah, dengan Agam sebagai wilayah terbanyak, disusul Padang dan Tanah Datar.
Anggaran Capai Rp2,2 Triliun untuk Huntap
Pemerintah menyiapkan anggaran besar untuk proyek ini. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengalokasikan sekitar Rp2,2 triliun dari Anggaran Belanja Tambahan 2026.
Dana tersebut akan digunakan untuk membangun seluruh 7.952 unit hunian tetap di tiga provinsi. Pemerintah juga memastikan proses penggunaan anggaran berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Selain itu, pemerintah menargetkan proses lelang mulai berjalan pada 9 Juli 2026 agar pembangunan bisa segera dimulai.
Pembangunan Dimulai Bertahap Setelah Lelang
Pemerintah saat ini masih menyusun paket pekerjaan sebelum proses lelang dimulai. Tim pengadaan juga menyiapkan seluruh kebutuhan teknis agar pembangunan berjalan lancar.
Setelah lelang dibuka, pembangunan akan dilakukan secara bertahap mulai dari konstruksi hingga penyelesaian unit rumah.
Pemerintah berharap pembangunan huntap ini bisa menjadi solusi jangka panjang bagi warga korban bencana di Sumatera. Dengan hunian yang lebih layak, mereka diharapkan bisa kembali menjalani kehidupan dengan stabil di lokasi baru.