Hujan deras memicu banjir di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, setelah Sungai Aek Si Laga-laga meluap dan merendam permukiman warga pada Sabtu.
Banjir tersebut berdampak pada sekitar 300 jiwa yang tinggal di wilayah terdampak. Pemerintah langsung bergerak dengan menyalurkan bantuan logistik untuk membantu warga yang membutuhkan setelah bencana melanda kawasan tersebut. NASIB RAKYAT akan mengulas kabar terbaru banjir Tapanuli Tengah, mulai dari penyebab luapan sungai, bantuan logistik, hingga kondisi warga terkini.
Hujan Lebat Buat Sungai Meluap dan Rendam Rumah Warga
Curah hujan tinggi menjadi penyebab utama banjir yang terjadi di Tapanuli Tengah. Air dari Sungai Aek Si Laga-laga meningkat hingga meluap dan masuk ke kawasan permukiman warga.
Desa Sipange, Kecamatan Tukka, menjadi salah satu wilayah yang terdampak banjir. Sejumlah warga harus menghadapi kondisi rumah yang terkena genangan air akibat luapan sungai.
Petugas bersama pemerintah daerah langsung melakukan pemantauan untuk melihat kondisi masyarakat. Mereka juga mendata kebutuhan warga agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Kemensos Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir
Kementerian Sosial (Kemensos) mengirimkan bantuan logistik bagi korban banjir di Desa Sipange pada Minggu, 19 Juli 2026. Bantuan tersebut berasal dari Gudang Sentra Insyaf Medan dan dikirim menuju Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pemerintah terus berupaya membantu masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan tersebut bertujuan memenuhi kebutuhan warga selama masa pemulihan.
Berbagai perlengkapan dikirim untuk mendukung kebutuhan harian masyarakat, terutama bagi warga yang terdampak langsung oleh banjir.
Baca Juga: Fantastis! KemenPU Dapat Tambahan Rp21,16 Triliun, Jalan dan Irigasi Sumatera Segera Dibangun
Ratusan Paket Logistik Disiapkan untuk Korban Banjir
Kemensos menyalurkan berbagai jenis bantuan, mulai dari kebutuhan makanan hingga perlengkapan keluarga. Bantuan tersebut terdiri dari 350 paket lauk pauk siap saji, 160 paket kidsware, dan 200 paket family kit.
Selain kebutuhan tersebut, pemerintah juga mengirimkan 150 lembar kasur, 200 lembar selimut, 100 lembar tenda gulung, serta 17 unit tenda gulung portable.
Perlengkapan itu diharapkan dapat membantu warga menjalani masa pemulihan setelah banjir melanda tempat tinggal mereka.
Dapur Umum Sediakan Ratusan Porsi Makanan Setiap Hari
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah juga mendirikan dapur umum lapangan untuk memenuhi kebutuhan makanan warga. Dapur umum tersebut menggunakan anggaran dari APBD Kabupaten Tapanuli Tengah.
Lokasi dapur umum berada di aula Gereja HKBP Sipange dan mampu menyediakan sekitar 300 porsi makanan setiap hari. Kehadiran dapur umum membantu warga mendapatkan makanan selama kondisi darurat berlangsung.
Selain menyediakan makanan, petugas juga membantu proses evakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Pemerintah melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui dampak banjir serta kebutuhan mendesak masyarakat.
Banjir Mulai Surut, Warga Bersihkan Rumah
Kondisi banjir di Tapanuli Tengah kini mulai membaik. Air yang sebelumnya merendam sejumlah wilayah sudah surut dan warga mulai kembali melakukan aktivitas seperti biasa.
Sejumlah warga mulai membersihkan rumah dari sisa lumpur dan material yang terbawa air. Proses pembersihan dilakukan secara bertahap agar lingkungan kembali nyaman untuk ditempati.
Pemerintah tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi warga setelah banjir. Bantuan dan pendampingan terus berjalan untuk memastikan masyarakat dapat melewati masa pemulihan dengan baik.