Kebakaran Adhyaksa Makassar membuat Karmila kehilangan rumah dan tabungan Rp2,5 juta untuk biaya sekolah anak yang dikumpulkan bertahun-tahun hingga hangus terbakar.
Ibu rumah tangga tersebut hanya bisa menangis saat melihat rumah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya berubah menjadi puing-puing. Di tengah musibah itu, Karmila juga harus menerima kenyataan pahit karena uang Rp2,5 juta yang ia simpan perlahan untuk pendidikan anak ikut lenyap. NASIB RAKYAT akan mengulas kisah pilu Karmila, warga Makassar yang kehilangan rumah dan tabungan sekolah anak akibat kebakaran di Jalan Adhyaksa Baru.
Kebakaran Adhyaksa Makassar Hanguskan Rumah dan Harta Warga
Peristiwa kebakaran terjadi pada Senin dini hari di Jalan Adhyaksa Baru, Kecamatan Panakkukang, Makassar. Api melahap tiga rumah warga dan satu bangunan indekos hingga hanya menyisakan bagian atap serta kayu yang sudah menghitam.
Karmila bersama suaminya terlihat duduk di sekitar lokasi sambil memandangi sisa rumah mereka. Tidak banyak barang yang berhasil mereka selamatkan karena api dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan sekitar.
Selain kehilangan tempat tinggal, Karmila juga kehilangan berbagai dokumen penting milik keluarga. Berkas sekolah anak, kartu keluarga, rapor, hingga ijazah ikut terbakar bersama barang lainnya.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Tabungan Sekolah Anak Rp2,5 Juta Ikut Ludes Terbakar
Di antara semua kehilangan yang ia alami, Karmila paling terpukul karena uang tabungan untuk pendidikan anaknya ikut terbakar. Uang sebesar Rp2,5 juta itu ia kumpulkan sedikit demi sedikit untuk persiapan masuk sekolah pondok.
Karmila sengaja menyisihkan uang karena penghasilan suaminya sebagai buruh lepas tidak selalu stabil. Setiap mendapatkan rezeki lebih, ia memilih menyimpan sebagian uang agar kebutuhan sekolah anaknya tetap terpenuhi.
“Sebenarnya itu tabungan untuk anakku kalau nanti masuk pendaftaran. Karena sekarang sudah kelas 6 SD,” ujar Karmila sambil menangis.
Ia mengaku belum menentukan sekolah pondok mana yang akan dipilih untuk anaknya. Namun, ia sudah mempersiapkan biaya sejak jauh hari karena mengetahui pendidikan membutuhkan banyak pengeluaran.
Baca Juga: Geger! Gus Ipul Terima Usulan Sekolah Rakyat Musi Banyuasin hingga Bantuan untuk Aceh Timur
Perlengkapan Sekolah Anak Juga Tidak Tersisa
Musibah tersebut tidak hanya menghilangkan uang tabungan, tetapi juga seluruh perlengkapan sekolah anak Karmila. Tas, seragam, dan berbagai kebutuhan belajar ikut terbakar bersama rumah mereka.
Kondisi itu membuat anak Karmila harus izin tidak masuk sekolah setelah kejadian. Tidak ada pakaian maupun perlengkapan yang bisa digunakan untuk mengikuti kegiatan belajar.
Karmila mengaku sangat sedih melihat kondisi anaknya. Ia berharap ada bantuan dari berbagai pihak agar sang anak tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa terkendala akibat musibah tersebut.
Selain perlengkapan sekolah, seluruh dokumen keluarga juga hilang dalam kebakaran. Hal itu menjadi salah satu hal yang paling membuat Karmila merasa terpukul.
Warga Ceritakan Awal Mula Api Meluas
Warga sekitar menyebut api pertama kali muncul dari salah satu rumah panggung. Dalam waktu singkat, kobaran api menyebar ke bangunan lain karena kondisi rumah yang berdekatan.
Muhammad Haris, salah satu warga terdampak, mengatakan terdapat empat bangunan yang terbakar dalam kejadian tersebut. Dua rumah panggung dan dua rumah permanen menjadi korban keganasan api.
Haris masih sempat menyelamatkan satu mobil miliknya. Namun, sejumlah barang yang berada di lantai dua rumahnya tidak berhasil ia amankan karena api semakin membesar.
Menurut Haris, warga terdampak kini membutuhkan berbagai bantuan seperti pakaian, selimut, dan air bersih. Kebakaran juga membuat jaringan listrik serta saluran air mengalami gangguan.
Damkar Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran
Dinas Pemadam Kebakaran Makassar memastikan kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Petugas berhasil menangani api setelah melakukan proses pemadaman di lokasi.
Danton 6 Damkarmat Makassar Jamaluddin Nur menjelaskan api berasal dari salah satu rumah sebelum merambat ke bangunan lain. Selain rumah warga, satu mobil dan dua sepeda motor juga ikut terbakar.
Saat ini para korban harus menghadapi kondisi sulit setelah kehilangan tempat tinggal dan berbagai kebutuhan penting. Karmila menjadi salah satu warga yang berharap uluran tangan agar keluarganya bisa kembali bangkit setelah kehilangan tabungan pendidikan anak dan seluruh barang berharga akibat kebakaran.