Mensos Gus Ipul meminta pemda aktif memperbarui DTSEN agar penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2026 di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2026). Dalam forum itu, Gus Ipul menegaskan bahwa keberhasilan pemutakhiran DTSEN sangat bergantung pada keterlibatan pemerintah daerah hingga tingkat desa. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.
Pemda Jadi Kunci Akurasi Data Penerima Bansos
Gus Ipul menilai pemerintah daerah memegang peran penting dalam memastikan data penerima bantuan selalu sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia meminta seluruh pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota ikut melakukan pembaruan data, verifikasi, serta sosialisasi kepada masyarakat.
Menurutnya, proses tersebut tidak bisa berjalan maksimal jika hanya mengandalkan pemerintah pusat. Pemerintah daerah lebih memahami kondisi warganya sehingga mampu mendeteksi perubahan ekonomi masyarakat dengan lebih cepat.
Ia juga mengajak seluruh daerah menjadikan pemutakhiran data sebagai kegiatan rutin agar program bantuan sosial semakin tepat sasaran.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Hasil Pemutakhiran Dinilai Mulai Terlihat
Gus Ipul mengungkapkan pembaruan DTSEN menunjukkan hasil yang positif. Selama masa transisi dari Triwulan I 2025 hingga Triwulan II 2026, seluruh penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako sudah masuk dalam kelompok Desil 1 hingga Desil 4.
Kondisi tersebut menunjukkan penyaluran bantuan semakin terarah kepada masyarakat yang memang membutuhkan. Pemerintah berharap kualitas data terus meningkat sehingga kesalahan penyaluran dapat terus ditekan.
Menurutnya, semakin sering data diperbarui, semakin tinggi pula peluang bantuan sosial mencapai sasaran yang tepat.
Baca Juga:Â Prabowo Ungkap Peran Baru Koperasi Merah Putih, Subsidi Rakyat Bakal Lewat Sini!
Jutaan Usulan Pembaruan Sudah Masuk
Hingga 12 Juli 2026, Kemensos menerima lebih dari 20 juta usulan pemutakhiran data keluarga penerima manfaat. Dari jumlah tersebut, sekitar 5,5 juta usulan berasal dari pemerintah daerah.
Gus Ipul menyebut Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah usulan terbesar. Sementara itu, Kota Bekasi menjadi daerah yang paling aktif melakukan pembaruan data.
Ia berharap daerah lain mengikuti langkah tersebut agar kualitas DTSEN semakin merata di seluruh Indonesia.
SIKS-NG Jadi Jalur Resmi Pemutakhiran Data
Pemerintah menjalankan proses pemutakhiran melalui dua jalur, yaitu jalur formal dan jalur partisipasi. Jalur formal dimulai dari RT dan RW, kemudian berlanjut ke kelurahan, dinas sosial, pemerintah daerah, Kemensos, hingga Badan Pusat Statistik (BPS).
Seluruh proses tersebut memanfaatkan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG). Aplikasi ini menghubungkan operator desa, dinas sosial, Kemensos, dan BPS sehingga pembaruan data berlangsung lebih terintegrasi.
Gus Ipul menilai jalur formal menjadi fondasi utama dalam menjaga akurasi data penerima bantuan sosial di seluruh daerah.
Pemerintah Pusat dan Daerah Diminta Terus Bersinergi
Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri dan BPS yang selama ini mendukung proses pemutakhiran DTSEN. Ia berharap kerja sama tersebut terus diperkuat agar kualitas data sosial nasional semakin baik.
Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga meminta seluruh pemerintah daerah terlibat aktif dalam pembaruan data. Menurutnya, data yang akurat tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah pusat dalam menyalurkan bantuan sosial, tetapi juga membantu pemerintah daerah menyusun berbagai program kesejahteraan.
Melalui kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah pusat dan daerah, penyaluran bansos diharapkan menjadi lebih tepat sasaran, transparan, dan mampu menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.