Pengendara di Bengkulu diminta waspada karena hujan deras berpotensi memicu longsor dan pohon tumbang di tiga jalur rawan yang perlu dihindari saat cuaca buruk.
Direktorat Lalu Lintas Polda Bengkulu mencatat tiga titik yang memiliki potensi bencana alam. Pengguna jalan perlu memperhatikan kondisi sekitar, terutama saat cuaca buruk. NASIB RAKYAT akan mengulas tiga lokasi rawan longsor di Bengkulu serta langkah antisipasi yang dilakukan petugas untuk menjaga keselamatan pengendara.
Tiga Jalur Bengkulu Masuk Daftar Rawan Longsor
Direktur Lalu Lintas Polda Bengkulu, Muhammad Hasan, menyebut tiga lokasi menjadi perhatian utama petugas. Kawasan tersebut memiliki risiko longsor, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah Bengkulu. Hasan menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan personel gabungan dan alat pendukung untuk menghadapi kemungkinan bencana.
“Titik rawan longsor itu berada di sejumlah tempat. Kami siagakan tim terpadu dengan alat berat dan alat bantu jika terjadi bencana,” kata Hasan, Selasa (4/8/2026). Menurutnya, kesiapan tersebut bertujuan mempercepat penanganan apabila longsor mengganggu aktivitas masyarakat dan arus kendaraan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Jalur Bengkulu Selatan-Pagar Alam Jadi Perhatian
Titik pertama berada di jalur Kabupaten Bengkulu Selatan menuju Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan. Jalur tersebut masuk dalam wilayah yang perlu mendapat perhatian karena memiliki kondisi medan yang rawan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Petugas berkoordinasi dengan Pelaksana Jalan Nasional (PJN) untuk melakukan pemantauan secara berkala.
Jika longsor terjadi, tim gabungan siap bergerak untuk membantu membersihkan material yang menutup jalan. Kondisi jalan yang berada di kawasan perbukitan membuat pengendara perlu lebih berhati-hati. Terutama ketika melintas saat hujan panjang berlangsung.
Baca Juga:Â Kemensos Gerak Cepat! Korban Banjir dan Longsor di Padang Mulai Terima Bantuan
Taba Penanjung-Kepahiang Kerap Alami Gangguan Jalan
Lokasi kedua berada di jalur Taba Penanjung menuju Kabupaten Kepahiang yang mengarah ke Provinsi Sumatera Selatan. Kawasan ini menjadi salah satu jalur yang sering mendapat perhatian karena material longsor dapat menutup sebagian ruas jalan. Selain ancaman tanah bergerak, pengendara juga perlu memperhatikan potensi pohon tumbang di sekitar jalur tersebut.
Petugas mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan perjalanan ketika kondisi cuaca memburuk. Pengendara juga disarankan mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman saat melewati wilayah yang memiliki banyak pepohonan.
Rejang Lebong-Lebong Masuk Jalur yang Perlu Diwaspadai
Titik rawan ketiga berada di jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Rejang Lebong dan Lebong. Jalur tersebut juga menjadi perhatian karena memiliki kondisi geografis yang berpotensi mengalami longsor. Hasan mengatakan tim terpadu sudah disiagakan di sejumlah lokasi rawan. Petugas juga membawa perlengkapan pendukung untuk menghadapi kondisi darurat.
“Pada titik rawan longsor itu kami siagakan tim terpadu dilengkapi alat pendukung,” ungkap Hasan. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat membantu masyarakat ketika terjadi gangguan akibat bencana alam.
Warga Diminta Waspada Saat Hujan dan Angin Kencang
Polda Bengkulu mengimbau masyarakat tetap berhati-hati ketika melintasi tiga jalur tersebut. Kewaspadaan perlu meningkat saat malam hari karena jarak pandang pengendara menjadi lebih terbatas. Selain longsor, hujan yang disertai angin kencang juga dapat memicu pohon tumbang di sepanjang jalan.
Hasan meminta pengendara segera mencari tempat aman ketika kondisi cuaca mulai memburuk. “Bila hujan disertai petir, agar waspada terhadap bahaya longsor dan pohon tumbang, terutama di titik Taba Penanjung-Kepahiang serta Rejang Lebong-Lebong,” ujarnya.
Masyarakat diharapkan selalu memantau informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan di jalur rawan bencana.