Kebakaran hutan lindung Gunung Soputan di Sulawesi Utara belum padam, petugas terus berjuang memadamkan api yang menyebar ke sejumlah titik hingga kini.
Medan yang sulit dijangkau serta angin kencang menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. Kondisi tersebut membuat api mudah berpindah dan menyulitkan petugas membawa peralatan serta pasokan air menuju lokasi kebakaran. NASIB RAKYAT akan mengulas perkembangan terbaru kebakaran hutan lindung Gunung Soputan, termasuk penyebab, dampak, dan perjuangan petugas memadamkan api.
Api Gunung Soputan Belum Padam, Ratusan Hektare Lahan Terbakar
Kebakaran hutan di kawasan kaki Gunung Soputan mulai terjadi sejak Minggu (2/8/2026). Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun pihak berwenang khawatir api terus meluas dan mengancam kawasan sekitar.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara Adolf Tumengkel mengatakan lokasi kebakaran berada di kawasan hutan lindung. Pada awal laporan, luas area yang terbakar mencapai sekitar 300 hektare.
Namun, munculnya beberapa titik api baru membuat area terdampak semakin luas. Petugas memperkirakan kebakaran telah menghanguskan sekitar 500 hektare lahan hingga hari keempat penanganan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Ratusan Petugas Dikerahkan untuk Jinakkan Kobaran Api
Pemerintah daerah mengerahkan ratusan personel gabungan untuk menangani kebakaran tersebut. Tim terdiri dari berbagai unsur, termasuk BPBD, TNI, Polri, serta pihak terkait lainnya.
Petugas melakukan pemadaman secara langsung dari darat karena kondisi lokasi belum memungkinkan penggunaan armada pemadam besar. Setiap anggota hanya mampu membawa air dalam jumlah terbatas untuk menjangkau titik api yang berada jauh di dalam hutan.
Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Sulut Danny Repi menjelaskan bahwa petugas hanya dapat membawa sekitar 15 liter air menggunakan alat jet sprayer saat memasuki area kebakaran.
Baca Juga:Â Hati-Hati Melintas! 3 Titik Bengkulu Ini Rawan Longsor dan Pohon Tumbang
Medan Terjal dan Angin Kencang Hambat Proses Pemadaman
Lokasi kebakaran menjadi salah satu kendala terbesar bagi tim pemadam. Banyak titik api berada di kawasan hutan yang sulit dilalui kendaraan sehingga petugas harus berjalan kaki membawa perlengkapan.
Selain medan berat, angin kencang juga membuat api semakin sulit dikendalikan. Tiupan angin menyebabkan kobaran bergerak cepat dan menyebar menuju area lain di sekitar kaki Gunung Soputan.
Danny Repi mengatakan masih terdapat delapan titik api yang aktif dan tersebar di beberapa bagian kawasan gunung. Tim terus memantau perkembangan api sambil mencari cara paling efektif untuk mempercepat pemadaman.
Penyebab Kebakaran Diduga Berasal dari Aktivitas Pendaki
Hingga kini, petugas masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran. Namun, muncul dugaan api berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pendaki.
BPBD Sulut mengingatkan masyarakat dan pendaki agar lebih berhati-hati ketika berada di kawasan hutan. Aktivitas kecil seperti membuang puntung rokok sembarangan dapat memicu kebakaran besar, terutama saat kondisi lahan kering dan angin bertiup kuat.
Kebakaran ini juga menimbulkan kekhawatiran karena kawasan tersebut menjadi sumber aktivitas warga sekitar. Masyarakat biasanya mengambil air nira dari pohon aren yang berada di sekitar lokasi.
BNPB Siapkan Opsi Water Bombing Jika Api Semakin Meluas
Upaya pemadaman melalui udara belum dilakukan hingga saat ini. BPBD Sulawesi Utara masih berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menentukan langkah berikutnya.
Jika kondisi api semakin besar atau titik kebakaran terus bertambah, pemerintah membuka kemungkinan menggunakan metode water bombing dengan bantuan pesawat khusus.
Sementara itu, petugas gabungan masih bertahan di lapangan untuk memutus penyebaran api. Mereka terus bekerja meski menghadapi medan berat, keterbatasan air, serta cuaca yang kurang mendukung.
Kebakaran Gunung Soputan menjadi perhatian karena kawasan tersebut memiliki fungsi penting sebagai hutan lindung dan sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar. Pemerintah berharap api segera terkendali agar kerusakan lingkungan tidak semakin meluas.