Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima langsung keluhan warga saat meninjau pembangunan Jembatan Krueng Tingkem di Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Aceh, Kamis (6/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, sejumlah korban bencana mengaku belum menerima bantuan jaminan hidup (Jadup) maupun bantuan perabotan rumah tangga yang dijanjikan pemerintah. Keluhan itu menjadi perhatian karena banyak warga masih berusaha memulihkan kondisi rumah setelah bencana. Sebagian dari mereka mengaku kehilangan berbagai perabot penting akibat tersapu banjir, sementara proses penyaluran bantuan masih berlangsung.
NASIB RAKYAT akan mengulas keluhan korban bencana di Bireuen yang mengaku belum menerima uang jaminan hidup (Jadup) dan bantuan perabotan, serta penjelasan pemerintah terkait proses penyalurannya.
Korban Bencana Sampaikan Keluhan Langsung kepada Wapres
Saat meninjau proyek pembangunan jembatan, Gibran mengenakan helm putih dan rompi keselamatan proyek. Ia menyempatkan diri berdialog dengan warga yang berada di sekitar lokasi.
Beberapa korban bencana menceritakan kondisi rumah mereka yang mengalami kerusakan cukup parah. Arus banjir tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga menghanyutkan berbagai perabot rumah tangga seperti kursi, lemari, hingga tempat tidur.
Karena belum memperoleh bantuan, banyak keluarga mengaku belum mampu membeli kembali kebutuhan rumah tangga yang hilang akibat bencana tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Warga Mengaku Belum Terima Uang Jadup dan Bantuan Perabotan
Dalam pertemuan itu, Gibran juga menanyakan kondisi rumah warga setelah banjir surut. Ia ingin memastikan apakah sisa lumpur masih memenuhi rumah-rumah yang terdampak.
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh kemudian menanyakan apakah warga telah menerima bantuan uang perabotan. Warga yang hadir kompak menjawab belum mendapatkan bantuan tersebut.
Dek Fadh menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan bantuan berupa uang perabotan serta jaminan hidup bagi korban bencana. Namun, sejumlah warga kembali menyampaikan bahwa mereka belum menerima kedua jenis bantuan itu.
Baca Juga:Â Gunung Soputan Membara! Kebakaran Hutan Lindung Tak Kunjung Padam, Petugas Berjuang
Pemkab Bireuen Sebut Penyaluran Bantuan Masih Berproses
Bupati Bireuen Mukhlis menjelaskan bahwa jumlah rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana mencapai sekitar 22 ribu unit. Pemerintah daerah telah mengirimkan seluruh data korban kepada pemerintah pusat untuk proses verifikasi.
Menurut Mukhlis, sebagian masyarakat sudah menerima bantuan pada tahap pertama. Namun, masih banyak warga yang harus menunggu karena data mereka masuk dalam proses verifikasi lanjutan.
Ia meminta masyarakat bersabar karena pemerintah tetap melanjutkan proses penyaluran bantuan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.
Pendataan Tahap Kedua Masih Berjalan di Jakarta
Gibran kemudian mempertanyakan alasan mengapa masih ada korban yang belum menerima bantuan. Pertanyaan tersebut langsung dijawab oleh Bupati Mukhlis.
Ia menjelaskan bahwa sebagian warga masuk dalam pendataan tahap kedua. Seluruh berkas telah dikirim ke Jakarta untuk menjalani proses verifikasi sebelum bantuan dapat disalurkan.
Data yang dimiliki pemerintah daerah mencapai sekitar 32 ribu penerima. Setelah proses verifikasi awal selesai, sekitar 4 ribu warga telah menerima bantuan tahap pertama, termasuk bantuan perabotan serta rehabilitasi rumah dengan kategori rusak ringan dan sedang.
Pemerintah Janjikan Bantuan Terus Disalurkan
Pemerintah Kabupaten Bireuen memastikan proses penyaluran bantuan tidak berhenti pada tahap pertama. Seluruh data penerima terus diperbarui agar warga yang memenuhi syarat segera memperoleh hak mereka.
Koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat juga terus dilakukan untuk mempercepat pencairan bantuan kepada korban yang masih menunggu.
Kunjungan Wakil Presiden Gibran menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan langsung kondisi yang mereka alami. Pemerintah berharap proses verifikasi segera selesai sehingga bantuan jaminan hidup dan perabotan dapat diterima seluruh korban yang berhak.
Warga Bireuen kini menaruh harapan besar agar bantuan segera cair. Dengan dukungan tersebut, mereka dapat memperbaiki rumah, mengganti perabot yang hilang, dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari setelah terdampak bencana.