Kemendagri menyalurkan tali asih kepada ahli waris korban meninggal akibat gempa di Desa Satar Kampas, Manggarai Timur, NTT sebagai bentuk kepedulian pemerintah.
Mendagri Muhammad Tito Karnavian datang langsung ke wilayah yang terdampak cukup parah. Selain menyerahkan santunan, Tito memastikan pemerintah terus bergerak memenuhi kebutuhan warga selama masa tanggap darurat. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.
Mendagri Serahkan Tali Asih Rp15 Juta per Korban
Tito menyerahkan tali asih kepada keluarga korban meninggal akibat gempa. Kemendagri memberikan bantuan sebesar Rp15 juta untuk setiap korban yang meninggal dunia.
“Kemendagri memberikan tali asih sebanyak Rp15 juta per jiwa, per jiwa yang wafat pada keluarganya,” kata Tito dalam keterangan tertulis, Senin (17/8/2026).
Dalam penyerahan tersebut, Tito hadir bersama Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii serta Bupati Manggarai Timur Agas Andreas. Mereka meninjau langsung kondisi masyarakat di wilayah terdampak.
Tito juga memastikan Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan santunan dengan nominal Rp15 juta kepada keluarga korban meninggal dunia.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Posko Warga Dapat Tambahan Genset dan Tempat Tidur
Selain memberikan tali asih, Tito mengapresiasi langkah warga yang langsung mendirikan posko setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8) pagi.
Menurut Tito, keberadaan posko warga menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat selama kondisi darurat. Pemerintah kemudian menambah sejumlah fasilitas agar posko dapat menjalankan aktivitas dengan lebih baik.
Kemendagri memberikan dua unit genset dan 10 unit velbed atau tempat tidur lapangan. Pemerintah juga menyalurkan Rp200 juta untuk membantu dua desa di Kecamatan Lamba Leda Utara.
“Kita juga mengapresiasi ada posko yang dibangun warga. Tapi kita tambahi sekalian aja, namanya genset 2, sekaligus velbed ada 10 untuk operasionalnya,” ujar Tito.
Baca Juga: Miris! Pengungsi Gempa Nagekeo Bertahan di Tenda Terpal, Bantuan Tak Kunjung Datang
Pemerintah Perkuat Penanganan di Masa Tanggap Darurat
Tito mengatakan pemerintah terus memperkuat penanganan bencana selama masa tanggap darurat. Salah satu langkahnya terlihat dari keberadaan posko Basarnas yang berdampingan dengan tenda pengungsian milik warga.
Petugas juga terus mendata kebutuhan masyarakat. Pendataan tersebut penting agar bantuan dapat tersalurkan sesuai kondisi dan kebutuhan warga di setiap lokasi.
Dengan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petugas penyelamat, dan masyarakat, Tito berharap proses penanganan dapat berjalan lebih cepat. Kebutuhan dasar warga menjadi salah satu perhatian utama dalam kondisi tersebut.
Tito Ajak Warga Gotong Royong Pulihkan Kondisi
Menurut Tito, penanganan bencana tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam membantu proses pemulihan di wilayah terdampak.
Karena itu, ia mengajak warga dan pemerintah bekerja sama selama masa tanggap darurat. Semangat gotong royong dinilai penting untuk menghadapi berbagai kebutuhan yang muncul setelah gempa.
“Ini harus kerja sama kita, pemerintah sama masyarakat,” kata Tito.
Kerja sama tersebut mencakup pendataan warga, pengelolaan posko, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pemulihan fasilitas yang terdampak. Dengan koordinasi yang baik, bantuan diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Kehadiran Tito Jadi Tindak Lanjut Arahan Prabowo
Sebelum meninjau lokasi bencana, Tito memimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Natas Lehong, Kabupaten Manggarai Timur. Kehadirannya di wilayah terdampak menjadi tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus mempercepat penanganan gempa di NTT.
Kunjungan tersebut juga menunjukkan upaya pemerintah untuk memastikan penanganan tidak berhenti pada penyaluran bantuan dari pusat. Pemerintah ingin melihat langsung kebutuhan warga dan kondisi fasilitas di lapangan.
Penyaluran tali asih kepada ahli waris, tambahan fasilitas posko, serta dukungan dana untuk desa terdampak menjadi bagian dari langkah pemerintah selama masa darurat. Penanganan selanjutnya masih membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara bertahap.