Gempa NTT Bikin 1.378 Sekolah Terdampak, 502 di Antaranya Rusak Berat

Gempa NTT Bikin 1.378 Sekolah Terdampak, 502 di Antaranya Rusak Berat Gempa NTT Bikin 1.378 Sekolah Terdampak, 502 di Antaranya Rusak Berat
Bagikan

Gempa M7,7 di NTT berdampak pada 1.378 satuan pendidikan di tujuh kabupaten, dengan kerusakan sekolah yang membuat aktivitas belajar ribuan siswa terganggu.

Gempa NTT Bikin 1.378 Sekolah Terdampak, 502 di Antaranya Rusak Berat

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers daring pada Kamis (20/8/2026). Dari ribuan sekolah yang terdampak, 502 sekolah mengalami kerusakan berat. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

1.378 Sekolah Terdampak Gempa NTT

Atip menjelaskan dampak gempa menyebar ke berbagai fasilitas pendidikan. Data sementara mencatat 1.378 satuan pendidikan terdampak di tujuh kabupaten. Kondisi tersebut menyangkut 177.678 peserta didik serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan.

Jumlah kerusakan juga terlihat dari ribuan ruang kelas. Dari 8.664 ruang kelas yang masuk pendataan, sebanyak 5.521 ruangan atau sekitar 63,7 persen mengalami kerusakan.

Lebih dari dua ribu ruang kelas bahkan masuk kategori rusak berat atau mengalami kerusakan total. Atip menyebut kerusakan tidak hanya terjadi pada ruang belajar, tetapi juga menyentuh laboratorium, perpustakaan, fasilitas sanitasi, hingga hunian dinas guru.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Aktivitas Belajar Lebih dari Sejuta Murid Terganggu

Kerusakan fasilitas sekolah membuat proses pendidikan harus menyesuaikan situasi di lapangan. Data Kemendikdasmen mencatat 1.116.324 murid mengalami gangguan dalam proses pembelajaran akibat dampak gempa.

Sekolah memilih sejumlah metode agar kegiatan belajar tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan siswa. Sebanyak 923 satuan pendidikan menerapkan pembelajaran dari rumah, sedangkan 171 sekolah menggunakan sistem daring.

Sementara itu, 35 sekolah memanfaatkan kelas darurat dan 30 sekolah masih menjalankan pembelajaran tatap muka. Pilihan tersebut mengikuti kondisi bangunan dan tingkat keamanan di masing-masing wilayah.

Langkah tersebut juga menjadi upaya mengurangi risiko bagi anak-anak. Gempa susulan masih dapat terjadi sehingga sekolah perlu memastikan bangunan yang mereka gunakan benar-benar aman sebelum menggelar kegiatan belajar seperti biasa.

Baca Juga: Purbaya Soroti Bantuan Gempa NTT yang Tak Merata, Ada Masalah Koordinasi?

Kemendikdasmen Mulai Siapkan Kelas Darurat

Pemerintah tidak ingin siswa terlalu lama kehilangan akses belajar. Kemendikdasmen mulai menyiapkan ruang kelas darurat untuk sekolah yang mengalami kerusakan berat.

Atip mengatakan pemerintah mendistribusikan 100 tenda yang dapat berfungsi sebagai ruang kelas. Kemendikdasmen berharap fasilitas tersebut mulai digunakan pada pekan berikutnya sehingga siswa dapat kembali belajar dalam kondisi yang lebih terarah.

Penggunaan kelas darurat menjadi solusi sementara sambil menunggu proses perbaikan maupun pembangunan kembali fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan parah.

Pendataan Kerusakan Terus Berjalan

Kemendikdasmen juga terus memperbarui data kerusakan dan kebutuhan pendidikan melalui dashboard resmi. Sistem tersebut membantu pemerintah memantau kondisi sekolah secara real-time sekaligus menentukan kebutuhan yang harus mendapat penanganan lebih dulu.

Pendataan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Pemerintah perlu mengetahui kondisi setiap sekolah secara detail agar bantuan fasilitas, tenaga pendidik, maupun kebutuhan belajar dapat mengarah ke lokasi yang tepat.

Data yang terus diperbarui juga membantu pemerintah melihat perubahan kondisi setelah gempa susulan. Dengan begitu, kebijakan pendidikan darurat dapat menyesuaikan kebutuhan masing-masing wilayah.

Belajar Tetap Berjalan di Tengah Situasi Darurat

Kemendikdasmen telah menerbitkan panduan pembelajaran selama masa darurat. Sekolah mendapat fleksibilitas dalam memilih metode belajar dan materi sesuai kondisi peserta didik.

Pemerintah juga meminta sekolah memprioritaskan materi esensial, terutama literasi dan numerasi dasar. Selain mengejar proses akademik, dukungan psikososial bagi siswa turut mendapat perhatian karena gempa dapat meninggalkan tekanan emosional bagi anak-anak.

Pemulihan pendidikan NTT tentu membutuhkan waktu. Kerusakan ribuan ruang kelas menunjukkan besarnya pekerjaan yang harus pemerintah lakukan. Namun, penyediaan kelas darurat, pembaruan data, serta fleksibilitas pembelajaran menjadi langkah awal agar siswa tetap memperoleh hak pendidikan sambil proses rehabilitasi sekolah berjalan.