Kemenag Bergerak! Madrasah di NTT Dapat School Kit dan Ruang Belajar Sementara

Kemenag Bergerak! Madrasah di NTT Dapat School Kit dan Ruang Belajar Sementara Kemenag Bergerak! Madrasah di NTT Dapat School Kit dan Ruang Belajar Sementara
Bagikan

Kemenag menyalurkan 1.000 school kit dan 16 ruang belajar sementara bagi madrasah terdampak gempa di Flores, NTT agar kegiatan belajar tetap berjalan.

Kemenag Bergerak! Madrasah di NTT Dapat School Kit dan Ruang Belajar Sementara

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kegiatan belajar tetap berjalan setelah bencana mengganggu kondisi sejumlah sekolah dan madrasah. Kemenag juga memprioritaskan lembaga pendidikan yang mengalami kerusakan paling parah. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Gempa Berdampak pada Puluhan Madrasah di Flores

Data sementara Kemenag menunjukkan sedikitnya 72 madrasah terdampak bencana di wilayah Flores. Kerusakan pada bangunan membuat sebagian siswa dan tenaga pendidik menghadapi kondisi belajar yang tidak seperti biasanya.

Dari jumlah tersebut, Kemenag memilih 15 madrasah dengan tingkat kerusakan paling parah sebagai penerima bantuan pada tahap awal. Penentuan tersebut memungkinkan bantuan segera menyasar sekolah yang paling membutuhkan dukungan.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Kemenag Kirim 1.000 School Kit untuk Siswa

Selain membantu pemulihan fasilitas pendidikan, Kemenag menyalurkan 1.000 school kit bagi peserta didik yang terdampak. Perlengkapan tersebut diharapkan dapat membantu siswa kembali mengikuti kegiatan belajar tanpa terlalu terbebani kondisi pascabencana.

School kit juga menjadi dukungan praktis bagi keluarga yang mungkin harus memprioritaskan kebutuhan lain setelah gempa. Dengan perlengkapan belajar yang tersedia, siswa tetap memiliki bekal untuk mengikuti pembelajaran di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih.

Baca Juga: Banyuwangi Kembali Dipilih Jadi Proyek Percontohan Pengentasan Kemiskinan, Ini Alasannya

16 Ruang Belajar Sementara Disiapkan

Kerusakan ruang kelas tentu membuat proses belajar menghadapi kendala. Karena itu, Kemenag menyiapkan 16 Temporary Learning Space atau TLS sebagai tempat belajar sementara bagi siswa di madrasah terdampak.

Kehadiran ruang tersebut memungkinkan kegiatan pendidikan terus berlangsung meski sebagian fasilitas utama belum dapat digunakan secara normal. Guru dan siswa pun memiliki tempat yang lebih layak untuk menjalankan aktivitas belajar sehari-hari.

Kemenag Pastikan Anak Tetap Bisa Belajar

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menegaskan bahwa bencana tidak boleh membuat anak kehilangan hak memperoleh pendidikan. Pemerintah, menurutnya, perlu hadir untuk memastikan siswa tetap belajar dengan aman dan layak.

Perhatian tersebut tidak hanya menyasar peserta didik. Madrasah yang mengalami kerusakan juga membutuhkan dukungan agar dapat kembali menjalankan kegiatan pendidikan. Bantuan perlengkapan dan ruang sementara menjadi langkah awal untuk menjaga aktivitas belajar tetap berjalan.

Bantuan Awal, Pemulihan Madrasah Masih Berlanjut

Penyaluran bantuan kepada 15 madrasah menjadi tahap awal dari respons Kemenag terhadap dampak gempa di Flores. Masih ada puluhan madrasah lain yang terdampak sehingga kebutuhan pemulihan perlu mendapat perhatian secara berkelanjutan.

Selain pemenuhan kebutuhan belajar, proses pemulihan fasilitas juga menjadi pekerjaan penting. Madrasah membutuhkan lingkungan yang aman agar siswa dan guru dapat kembali beraktivitas secara optimal.

Langkah Kemenag menunjukkan bahwa kegiatan pendidikan tetap menjadi perhatian meski wilayah terdampak bencana masih menghadapi proses pemulihan. School kit dan ruang belajar sementara setidaknya memberi ruang bagi siswa untuk kembali belajar sambil menunggu kondisi madrasah pulih.