Ketenangan warga pesisir Pantai Monggalan, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, kembali terusik oleh datangnya gelombang besar yang menerjang permukiman mereka.
Ombak tinggi yang muncul sejak pagi membuat warga harus bergerak cepat menyelamatkan barang-barang penting dan menjaga rumah dari kerusakan lebih parah.
Sejak sekitar pukul 07.00 Wita, air laut mulai naik dan menghantam garis pantai tanpa henti. Gelombang yang datang berulang kali itu bahkan masuk ke halaman rumah warga dan merusak beberapa bagian bangunan di sekitar pesisir. Situasi ini membuat warga semakin waspada karena kondisi laut terlihat belum stabil. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.
Ombak Pagi Bikin Warga Panik dan Siaga
Gelombang tinggi yang datang di pagi hari langsung memicu kepanikan warga sekitar. Mereka berlarian ke halaman rumah untuk memastikan kondisi bangunan masing-masing. Beberapa warga terlihat mulai memindahkan barang-barang penting ke tempat yang lebih aman.
Air laut yang masuk ke pekarangan membuat aktivitas warga terganggu. Tidak sedikit yang menghentikan pekerjaan harian mereka demi mengawasi kondisi ombak yang terus naik. Situasi ini membuat suasana pesisir terasa tegang sejak pagi.
Selain merendam halaman rumah, ombak juga menghantam beberapa bangunan yang berada terlalu dekat dengan bibir pantai. Sebuah tembok yang sudah lama tidak digunakan bahkan roboh akibat kuatnya terjangan air laut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Warga Ceritakan Rasa Cemas yang Tak Pernah Reda
Salah satu warga, Ni Made Wati (50), mengaku sudah terbiasa menghadapi gelombang besar, namun rasa takut tetap sulit hilang. Ia terlihat sibuk menyelamatkan ternak ayamnya yang berada tidak jauh dari rumah.
Wati menyebut setiap kali ombak besar datang, ia selalu merasa cemas karena air laut bisa naik lebih tinggi dan merusak barang-barang di sekitarnya. Ia bahkan mulai mempertimbangkan untuk mengungsi ke rumah saudara jika kondisi kembali memburuk.
Di tengah kepanikan itu, Wati tetap berusaha menjaga ternaknya agar tidak terbawa air laut. Ia bergerak cepat memindahkan ayam-ayamnya ke tempat yang lebih aman sambil terus memantau kondisi ombak yang datang tanpa henti.
Baca Juga:Â Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Harapan Warga untuk Solusi Jangka Panjang
Warga pesisir Pantai Monggalan berharap pemerintah bisa segera memberikan solusi yang lebih permanen. Mereka menginginkan adanya pembangunan hunian baru bagi warga yang tinggal terlalu dekat dengan garis pantai.
Selain itu, warga juga meminta pembangunan tanggul di sepanjang pesisir. Mereka menilai langkah tersebut bisa membantu mengurangi dampak gelombang tinggi yang terus datang setiap waktu tertentu, terutama saat kondisi pasang.
Menurut mereka, perlindungan fisik seperti tanggul sangat dibutuhkan agar aktivitas sehari-hari tidak terus terganggu. Tanpa perlindungan itu, warga merasa selalu berada dalam ancaman setiap kali laut menunjukkan gelombang besar.
Aktivitas Warga Terganggu oleh Gelombang Tak Berhenti
Suami Wati, Wayan Galung, mengatakan bahwa gelombang besar sering muncul saat fase bulan purnama. Kondisi itu membuat warga sulit merasa tenang karena ancaman datang secara berulang.
Ia mengeluhkan kondisi tersebut yang membuat aktivitas sehari-hari terganggu. Bahkan, untuk bekerja saja, warga harus terus memikirkan kemungkinan air laut naik sewaktu-waktu.
Beberapa warga lainnya memilih keluar rumah untuk memantau kondisi sekitar. Mereka berjalan dari satu rumah ke rumah lain untuk memastikan tidak ada kerusakan tambahan akibat hantaman ombak.
Warga Tetap Waspada di Tengah Situasi Belum Stabil
Hingga siang hari, gelombang tinggi masih terus menghantam kawasan pesisir Pantai Monggalan. Warga belum bisa kembali beraktivitas seperti biasa karena kondisi laut belum menunjukkan tanda mereda.
Sejumlah keluarga memilih mengamankan barang-barang berharga dan dokumen penting ke tempat yang lebih tinggi. Langkah ini mereka lakukan untuk mengantisipasi kemungkinan air laut kembali naik.
Situasi di pesisir Klungkung ini masih terus dipantau warga secara bergiliran. Mereka berharap kondisi segera membaik agar kehidupan di kawasan tersebut bisa kembali berjalan normal tanpa rasa waswas setiap kali ombak datang.