Kontroversi Meledak! Lagu ‘Lalaki Langit’ Karya Bupati Purwakarta Disorot MUI, Ada Apa dengan Budaya Sunda?

Kontroversi Meledak! Lagu 'Lalaki Langit' Karya Bupati Purwakarta Disorot MUI, Ada Apa dengan Budaya Sunda? Kontroversi Meledak! Lagu 'Lalaki Langit' Karya Bupati Purwakarta Disorot MUI, Ada Apa dengan Budaya Sunda?
Bagikan

Lagu berjudul “Lalaki Langit Lalanang Bejat” karya Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein alias Om Zein tengah menjadi perbincangan hangat.

Kontroversi Meledak! Lagu 'Lalaki Langit' Karya Bupati Purwakarta Disorot MUI, Ada Apa dengan Budaya Sunda?

Karya musik tersebut menuai sorotan setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai beberapa bagian liriknya tidak sejalan dengan nilai budaya Sunda yang menjunjung rasa hormat dan kasih sayang.

Ketua MUI Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK) Siti Ma’rifah menyampaikan kritik terhadap lagu tersebut. Ia menilai karya seorang kepala daerah seharusnya mampu membawa pesan positif karena masyarakat melihat pemimpin sebagai contoh dalam kehidupan sosial. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Lagu Karya Bupati Purwakarta Tuai Sorotan MUI

Siti Ma’rifah mengaku menyayangkan kemunculan lagu “Lalaki Langit Lalanang Bejat” yang dibuat oleh seorang kepala daerah. Menurutnya, seorang pejabat publik memiliki tanggung jawab moral ketika menyampaikan karya kepada masyarakat luas.

“Sangat menyayangkan adanya lagu Lalaki Lanang yang merupakan ciptaan Kepala Daerah. Suatu kemunduran di bidang seni budaya yang selama ini kita jaga dan kita hormati,” ujar Siti.

Menurut Siti, masyarakat tidak hanya melihat lagu tersebut sebagai karya seni, tetapi juga mempertimbangkan sosok penciptanya. Ia menilai posisi seorang kepala daerah membuat setiap karya yang muncul mendapat perhatian lebih besar dari publik.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

MUI Nilai Lirik Lagu Tidak Mencerminkan Nilai Budaya Sunda

Siti menjelaskan bahwa budaya Sunda memiliki nilai utama berupa welas asih, kasih sayang, dan sikap saling menghormati. Ia menilai pesan dalam lagu tersebut bertentangan dengan prinsip tersebut karena dianggap menyinggung martabat perempuan.

“Budaya Sunda yang agung selalu mengajarkan welas asih, kasih sayang dan saling menghormati. Hal itu bertolak belakang dengan syair tersebut yang merendahkan martabat perempuan,” kata Siti.

Ia juga menyoroti persoalan kesetaraan dalam kehidupan sosial. Menurutnya, pandangan yang merendahkan salah satu gender tidak sesuai dengan nilai agama, budaya, maupun norma masyarakat Indonesia.

Siti mengingatkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang mengajarkan penghormatan terhadap setiap individu tanpa membedakan jenis kelamin.

Baca Juga: Kesabaran Habis! Penyintas Banjir Geruduk Kantor Bupati Aceh Timur, Tagih Bantuan yang Tak Kunjung Cair

Polemik Membesar hingga Muncul Desakan Tarik Lagu

Setelah kritik muncul, polemik lagu tersebut semakin ramai dibahas publik. Sejumlah pihak ikut memberikan tanggapan mengenai isi lagu dan dampaknya terhadap pandangan masyarakat.

Siti berharap Om Zein dapat mengambil langkah untuk meredakan situasi. Ia meminta sang bupati menyampaikan permintaan maaf serta menarik lagu tersebut dari berbagai platform digital.

Menurutnya, masih banyak tema budaya yang dapat diangkat melalui karya seni tanpa menimbulkan perdebatan di masyarakat. Ia berharap para tokoh publik memilih karya yang mampu memberikan pengaruh positif.

“Banyak karya budaya bangsa yang bisa ditampilkan sesuai dengan nilai budaya, agama, dan sosial kemasyarakatan yang dapat memberikan dampak positif,” ujar Siti.

Om Zein Beri Klarifikasi dan Tegaskan Tidak Berniat Menyinggung

Di tengah polemik yang berkembang, Bupati Purwakarta Om Zein akhirnya memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa lagu tersebut menggambarkan perjalanan hidup pribadinya dan tidak memiliki tujuan untuk merendahkan perempuan.

Om Zein menyampaikan permintaan maaf apabila karya tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa dirinya menghormati perempuan dan tidak bermaksud menciptakan kontroversi melalui lagu tersebut.

Namun, klarifikasi tersebut belum sepenuhnya menghentikan perdebatan. Sebagian masyarakat tetap mempertanyakan pemilihan kata dalam lirik lagu, sementara sebagian lainnya meminta publik melihat karya tersebut dari sudut pandang penciptanya.

Kontroversi Masuk Ranah Pemerintah Pusat

Polemik lagu “Lalaki Langit Lalanang Bejat” bahkan menarik perhatian pemerintah pusat. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyampaikan bahwa pihaknya mengikuti perkembangan kasus tersebut dan memproses kemungkinan pemberian sanksi terhadap Bupati Purwakarta.

Peristiwa ini menjadi sorotan karena melibatkan seorang kepala daerah yang juga aktif membuat karya seni. Kasus tersebut menunjukkan bahwa setiap karya publik figur dapat menimbulkan reaksi luas, terutama ketika menyentuh isu budaya dan nilai sosial.

Hingga kini, masyarakat masih menunggu perkembangan selanjutnya terkait langkah yang akan diambil pemerintah maupun keputusan Om Zein terhadap lagu tersebut. Polemik ini juga menjadi pengingat bahwa karya seni memiliki kekuatan besar dalam menyampaikan pesan, sehingga pemilihan kata menjadi hal penting agar tidak memicu kesalahpahaman.