Geger! 122 Karhutla Terjadi di Parepare, 7 Hektare Lahan Hangus Gegara El Nino

Geger! 122 Karhutla Terjadi di Parepare, 7 Hektare Lahan Hangus Gegara El Nino Geger! 122 Karhutla Terjadi di Parepare, 7 Hektare Lahan Hangus Gegara El Nino
Bagikan

Geger! 122 karhutla melanda Parepare sejak Juni hingga Agustus 2026. BPBD mencatat 7 hektare lahan dan 0,2 hektare hutan hangus akibat kebakaran.

Geger! 122 Karhutla Terjadi di Parepare, 7 Hektare Lahan Hangus Gegara El Nino

Kondisi cuaca yang panas dan kering akibat fenomena El Nino membuat api lebih mudah muncul serta menyebar. Angin kencang juga mempercepat pergerakan api sehingga petugas harus berulang kali melakukan pemadaman di lokasi yang sama. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Karhutla Parepare Makin Sering Sejak Musim Kemarau

Kepala Pelaksana BPBD Parepare, Rasdy Gery, menyebut intensitas kebakaran meningkat cukup tajam sejak memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut sejalan dengan peringatan dini BMKG terkait peningkatan potensi bencana akibat cuaca ekstrem.

Pada Juni hingga awal Juli, Parepare masih berada dalam status Waspada. Memasuki Juli, pemerintah meningkatkan status menjadi Siaga dan mempertahankannya hingga Agustus 2026.

Dari empat kecamatan di Parepare, Bacukiki dan Bacukiki Barat kini berada dalam status Siaga Darurat. Sementara itu, dua kecamatan lainnya masih berstatus Waspada.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

122 Kejadian, Tapi Titik Api Tercatat 69 Lokasi

Angka 122 kejadian tidak berarti ada 122 lokasi berbeda yang terbakar. BPBD menemukan sekitar 69 titik api, sementara beberapa titik mengalami kebakaran berulang dalam waktu berbeda.

Bulu Batue menjadi salah satu lokasi yang beberapa kali kembali terbakar. Petugas bahkan sudah melakukan pemadaman hingga tiga atau empat kali di kawasan tersebut. Kejadian serupa juga muncul di Minrulangnge yang kembali terbakar meski sebelumnya sudah mendapat penanganan.

Situasi ini membuat petugas harus terus memantau lokasi yang sebelumnya sudah padam. Api yang muncul kembali bisa menyebar dengan cepat ketika kondisi lahan tetap kering.

Baca Juga: Setelah Hanyut Diterjang Bencana, Sekolah di Pidie Jaya Akhirnya Dibangun Kembali

Angin 50 Km per Jam Bikin Api Cepat Menjalar

Cuaca menjadi salah satu faktor utama yang memperburuk situasi. Kecepatan angin di Parepare rata-rata mencapai 25 hingga 35 kilometer per jam. Saat hembusan menguat, kecepatannya bahkan bisa menyentuh 50 kilometer per jam.

Suhu harian juga berada di kisaran 31 sampai 32 derajat Celsius. Kombinasi suhu panas, lahan kering, dan angin kencang membuat api sulit dikendalikan ketika sudah muncul.

BPBD juga menduga kelalaian manusia ikut memicu sejumlah kebakaran. Aktivitas membuka lahan dengan cara membakar serta puntung rokok yang dibuang sembarangan menjadi perhatian petugas.

Hutan dan Lahan Dekat Permukiman Ikut Terancam

Api tidak hanya membakar lahan kosong. Sejumlah kawasan hutan di Parepare juga terdampak, termasuk area di sekitar BRIN, Gunung Tolong, dan Tonrangeng Dalam dekat pemancar.

Hingga kini belum ada laporan rumah warga yang terbakar akibat karhutla. Namun, kebakaran lahan kosong di sekitar kampus IAIN sempat merembet hingga memengaruhi tiga sekretariat mahasiswa.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebakaran lahan dapat berubah menjadi ancaman bagi fasilitas dan aktivitas warga jika api bergerak mendekati kawasan yang lebih padat.

Armada Gabungan Dikerahkan untuk Jinakkan Api

BPBD Parepare terus berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran serta sejumlah instansi lain untuk menangani kebakaran. Armada dan personel dari Brimob, PDAM, dan DLH ikut membantu proses pemadaman, terutama dalam penyediaan air dan dukungan personel.

BPBD juga telah mengusulkan penetapan status Siaga Darurat kepada Wali Kota Parepare, Tasming Hamid. Selain mengandalkan penanganan di lapangan, petugas terus mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api.

Masyarakat diminta tidak membakar lahan sembarangan dan memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang. Kewaspadaan warga menjadi kunci untuk mencegah 122 kejadian karhutla tersebut terus bertambah selama musim kemarau.