Setelah Hanyut Diterjang Bencana, Sekolah di Pidie Jaya Akhirnya Dibangun Kembali

Setelah Hanyut Diterjang Bencana, Sekolah di Pidie Jaya Akhirnya Dibangun Kembali Setelah Hanyut Diterjang Bencana, Sekolah di Pidie Jaya Akhirnya Dibangun Kembali
Bagikan

MIN 5 Pidie Jaya, Aceh, yang hilang akibat banjir bandang mulai dibangun kembali di lokasi baru dengan anggaran Rp12,3 miliar untuk fasilitas lebih lengkap.

Setelah Hanyut Diterjang Bencana, Sekolah di Pidie Jaya Akhirnya Dibangun Kembali

Pemerintah menyiapkan bangunan baru dua lantai di atas lahan hibah masyarakat. Lokasi tersebut berada di Desa Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, sekitar 350 meter dari tempat sekolah sebelumnya berdiri. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Sekolah Lama Kini Berubah Menjadi Aliran Sungai

Bencana banjir bandang meninggalkan kerusakan besar di kawasan tersebut. Bangunan MIN 5 Pidie Jaya tidak mampu bertahan menghadapi derasnya arus hingga akhirnya tersapu dan hilang.

Kondisi lokasi lama kini berubah drastis. Area yang sebelumnya menjadi tempat belajar siswa telah menjadi bagian dari aliran sungai sehingga pemerintah bersama masyarakat mencari lokasi baru untuk membangun madrasah.

Lahan baru kemudian diperoleh melalui hibah dari masyarakat setempat. Pemilihan lokasi ini menjadi langkah penting agar siswa dapat kembali belajar tanpa harus berada di kawasan yang memiliki risiko serupa.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Menag Letakkan Batu Pertama Pembangunan

Menteri Agama Nasaruddin Umar melakukan peletakan batu pertama pembangunan MIN 5 Pidie Jaya pada Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Seunong dan menjadi tanda dimulainya pembangunan madrasah baru.

Dalam kesempatan yang sama, Nasaruddin menerima sertifikat hibah tanah dari tokoh masyarakat setempat. Pemerintah melalui Kementerian Agama menyiapkan anggaran sekitar Rp12,3 miliar untuk membangun fasilitas pendidikan tersebut.

Nasaruddin menyampaikan bahwa bangunan baru akan memiliki dua lantai dengan desain yang menyesuaikan kebutuhan siswa dan masyarakat. Tim arsitek dari Universitas Syiah Kuala (USK) juga ikut mendukung proses perancangan bangunan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Kehilangan Rumah, Begini Warga Ciptamulya Melawan Trauma Pasca Kebakaran

Fasilitas Sekolah Bakal Lebih Lengkap

MIN 5 Pidie Jaya tidak hanya mendapatkan bangunan ruang kelas baru. Kementerian Agama juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lebih nyaman.

Rencana pembangunan mencakup perumahan guru, laboratorium, perpustakaan, kantin, serta fasilitas lain yang menunjang aktivitas sekolah. Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan selesai pada tahun ini.

Nasaruddin berharap madrasah baru tersebut dapat memberikan lingkungan belajar yang lebih baik dibandingkan sekolah sebelumnya. Kehadiran fasilitas yang lebih lengkap juga diharapkan membantu siswa kembali mengejar kegiatan pendidikan setelah mengalami dampak bencana.

Kemenag Bangun Kembali Madrasah Terdampak Bencana

Pembangunan MIN 5 Pidie Jaya menjadi bagian dari perhatian Kementerian Agama terhadap fasilitas pendidikan yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera.

Selain madrasah di Pidie Jaya, Kemenag juga melakukan rehabilitasi dan pembangunan kembali sejumlah madrasah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Upaya tersebut berjalan bersamaan dengan renovasi masjid serta sejumlah fasilitas umum yang ikut terdampak.

Nasaruddin mengatakan pemerintah ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pendidikan dan layanan keagamaan meski wilayah mereka sebelumnya mengalami bencana besar. Menurutnya, proses pemulihan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Siswa Dapat Paket Sekolah dan Anak Yatim Terima Santunan

Kunjungan Menteri Agama ke lokasi pembangunan juga diisi dengan kegiatan sosial. Nasaruddin menyerahkan santunan kepada sejumlah anak yatim yang berada di sekitar wilayah terdampak bencana.

Para siswa juga menerima paket perlengkapan sekolah sebagai dukungan untuk kembali menjalani kegiatan belajar. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan perhatian kepada anak-anak yang terdampak langsung oleh bencana.

Nasaruddin kemudian ikut menanam pohon di area kompleks madrasah. Kegiatan tersebut menjadi simbol dimulainya babak baru bagi sekolah dan masyarakat sekitar setelah kehilangan bangunan pendidikan akibat banjir bandang.

Pembangunan MIN 5 Pidie Jaya kini menjadi harapan bagi siswa, guru, dan orang tua. Dengan lokasi baru, fasilitas yang lebih lengkap, serta dukungan masyarakat, madrasah tersebut diharapkan segera kembali menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman bagi generasi muda Pidie Jaya.