Bikin Kaget! Bantuan Beras untuk Korban Gempa NTT Tembus Rp100 Miliar

Bikin Kaget! Bantuan Beras untuk Korban Gempa NTT Tembus Rp100 Miliar Bikin Kaget! Bantuan Beras untuk Korban Gempa NTT Tembus Rp100 Miliar
Bagikan
Pemerintah menyalurkan bantuan beras senilai Rp100 miliar untuk warga terdampak gempa NTT, sebagai upaya memenuhi kebutuhan pangan selama masa tanggap darurat.

Bikin Kaget! Bantuan Beras untuk Korban Gempa NTT Tembus Rp100 Miliar

Amran menyampaikan informasi tersebut dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Selasa (18/8/2026). Menurutnya, Bapanas memiliki kewenangan untuk mengalokasikan bahan pangan ketika bencana terjadi dan masyarakat membutuhkan bantuan dengan cepat. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Bantuan Beras Terus Bergerak ke Wilayah Gempa

Amran mengatakan pemerintah langsung mengambil keputusan setelah gempa mengguncang NTT. Bapanas berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk menyiapkan beras bagi masyarakat yang membutuhkan.

Keputusan tersebut memungkinkan penyaluran berjalan tanpa menunggu proses administrasi selesai. Pemerintah dapat mengirim beras lebih dahulu, sementara dokumen pendukung menyusul setelah bantuan sampai di lokasi.

Langkah cepat seperti ini menjadi penting dalam situasi bencana. Warga yang kehilangan rumah atau harus mengungsi membutuhkan makanan dan kebutuhan dasar tanpa menunggu terlalu lama.

Untuk tahap awal, pemerintah fokus menyalurkan beras. Namun, Amran juga membuka kemungkinan penyaluran minyak goreng jika kebutuhan warga di lapangan meningkat.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Anggaran Bantuan Berasal dari APBN

Bantuan pangan tersebut menggunakan anggaran Bapanas yang bersumber dari APBN. Pemerintah memang menyiapkan anggaran khusus untuk menghadapi kondisi bencana dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak.

Amran menjelaskan bahwa stok beras tersedia di Bulog sehingga pemerintah bisa segera mengambil langkah ketika bencana terjadi. Koordinasi antara Bapanas dan Bulog pun menjadi bagian penting dalam mempercepat distribusi.

Pemerintah tidak hanya melihat kebutuhan pangan sebagai persoalan jangka pendek. Ketersediaan beras juga harus tetap terjaga agar masyarakat NTT dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan.

Karena itu, pemerintah terus memantau kondisi stok sekaligus kebutuhan masyarakat di wilayah yang terkena dampak gempa.

Baca Juga: Mendagri Turun Langsung! Ahli Waris Korban Gempa NTT Terima Tali Asih

Stok Beras Nasional Capai 5,2 Juta Ton

Di tengah penyaluran bantuan, Amran memastikan persediaan beras masih mencukupi. Stok beras Bulog secara nasional mencapai sekitar 5,2 juta ton.

Menurut Amran, jumlah tersebut memberikan ruang yang cukup bagi pemerintah untuk menyalurkan bantuan tanpa mengganggu ketersediaan beras secara nasional.

Kondisi stok menjadi perhatian penting karena bencana dapat meningkatkan kebutuhan pangan secara tiba-tiba. Pemerintah harus menjaga keseimbangan antara bantuan untuk daerah terdampak dan kebutuhan masyarakat di wilayah lain.

Dengan persediaan yang tersedia, pemerintah optimistis mampu menjaga pasokan selama proses penanganan gempa berlangsung.

Empat Kabupaten Sudah Terima Ribuan Ton Beras

Sebelum pernyataan terbaru Amran, Kementerian Pertanian telah menyalurkan bantuan beras ke empat kabupaten di NTT. Total penyaluran mencapai 5.386 ton yang terdiri atas bantuan bencana dan bantuan pangan reguler.

Keempat wilayah tersebut mencakup Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Sikka. Nilai keseluruhan bantuan yang pemerintah salurkan ke empat wilayah itu mencapai sekitar Rp75,4 miliar.

Manggarai menerima 31,63 ton bantuan bencana dan 1.799 ton bantuan pangan reguler. Manggarai Timur memperoleh 153 ton bantuan bencana serta 1.661 ton bantuan pangan reguler.

Sementara itu, Ngada menerima 8,06 ton bantuan bencana dan 444,21 ton bantuan pangan reguler. Sikka mendapat 6,88 ton bantuan bencana serta 1.281,36 ton bantuan pangan reguler.

Bantuan Darurat Fokus Penuhi Kebutuhan Warga

Dari keseluruhan penyaluran tersebut, pemerintah mengalokasikan 200,35 ton beras secara khusus untuk kebutuhan kebencanaan. Bantuan ini menyasar masyarakat yang menghadapi kondisi darurat akibat gempa.

Beras menjadi salah satu kebutuhan utama karena warga terdampak membutuhkan makanan yang mudah disimpan dan dibagikan selama berada di lokasi pengungsian.

Pemerintah juga masih membuka peluang untuk menambah jenis bantuan apabila kondisi di lapangan membutuhkan. Minyak goreng menjadi salah satu komoditas yang dapat menyusul dalam distribusi berikutnya.

Penyaluran bantuan pangan menjadi bagian dari penanganan darurat gempa NTT. Pemerintah kini berupaya memastikan warga terdampak tetap mendapatkan kebutuhan dasar sambil proses penanganan dan pemulihan berjalan.