Gempa NTT Bikin Geger! Kemensos Kirim 48 Ton Beras, Wamensos Turun Langsung

Gempa NTT Bikin Geger! Kemensos Kirim 48 Ton Beras, Wamensos Turun Langsung Gempa NTT Bikin Geger! Kemensos Kirim 48 Ton Beras, Wamensos Turun Langsung
Bagikan

Gempa 7,7 mengguncang NTT, Kemensos bergerak cepat dengan mengirim 48 ton beras dan mengerahkan bantuan logistik untuk warga terdampak di sejumlah wilayah.

Gempa NTT Bikin Geger! Kemensos Kirim 48 Ton Beras, Wamensos Turun Langsung

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul juga mengerahkan berbagai logistik kebencanaan dengan nilai awal sekitar Rp4,52 miliar. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono turut berangkat ke NTT untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memastikan bantuan benar-benar menjangkau masyarakat. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Gempa 7,7 Guncang NTT, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Tsunami

Gempa mengguncang NTT pada pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA. BMKG mencatat episenter berada di laut sekitar 30 hingga 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

Situasi sempat membuat warga khawatir karena BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Namun, BMKG kemudian mengakhiri peringatan tersebut pada pukul 07.41 WIB. Sejumlah gempa susulan juga menyertai peristiwa tersebut.

Kemensos menerima laporan sementara bahwa sekitar 2.000 jiwa terdampak. Tim masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah pengungsi secara lebih akurat.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

38 Orang Meninggal, Puluhan Warga Masih Jalani Pendataan

Laporan sementara yang diterima Kemensos hingga Sabtu pukul 15.40 WIB mencatat 38 orang meninggal dunia. Korban berasal dari beberapa wilayah, yakni 16 orang di Kabupaten Manggarai, 17 orang di Manggarai Timur, satu orang di Manggarai Barat, dan tiga orang di Sikka.

Selain korban meninggal, enam orang mengalami luka-luka dan dua orang masih tertimbun. Kemensos menegaskan angka tersebut belum final karena petugas masih mencocokkan data bersama pemerintah daerah serta instansi terkait.

Gus Ipul meminta seluruh tim bekerja cepat sekaligus teliti. Pemerintah membutuhkan data korban, pengungsi, kondisi rumah, dan kebutuhan warga sebagai dasar untuk menentukan bantuan berikutnya, termasuk santunan bagi ahli waris korban meninggal.

Baca Juga: Rumah Tak Layak Huni? Warga Jabar Bisa Dapat Bantuan, Begini Cara Mengajukannya

48 Ton Beras dan Logistik Rp4,5 Miliar Mulai Bergerak

Selain 48 ton beras, Kemensos menggerakkan berbagai perlengkapan kebencanaan dari sejumlah gudang. Nilai keseluruhan bantuan mencapai sekitar Rp4,518 miliar.

Dari Sentra Efata Kupang, bantuan senilai Rp1,015 miliar bergerak menuju Kabupaten Nagekeo. Paket tersebut mencakup velbed, family kit, tenda gulung, selimut, pakaian, makanan anak, tenda keluarga, hingga tenda serbaguna.

Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT juga mengirim bantuan sekitar Rp541,6 juta menuju Nagekeo, Sikka, Ende, dan Manggarai Timur. Sementara itu, Gudang Pusat Kemensos di Bekasi menyiapkan dua paket bantuan dengan nilai hampir Rp3 miliar.

Paket dari Bekasi antara lain berisi 6.000 makanan siap saji, tenda keluarga, tenda serbaguna, tenda induk, kasur, selimut, makanan anak, pakaian anak dan dewasa, shower kit, serta dua set dapur umum lapangan.

Wamensos Agus Jabo Turun Langsung ke Lokasi

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono berangkat ke NTT untuk memperkuat koordinasi penanganan bencana. Ia akan melihat langsung kondisi warga dan mengecek kebutuhan yang masih belum terpenuhi.

Kemensos berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Tagana, BPBD, Basarnas, TNI-Polri, serta berbagai unsur lainnya. Pemerintah ingin memastikan bantuan tidak berhenti di gudang, tetapi segera sampai ke warga yang membutuhkan.

Gus Ipul menegaskan pemerintah akan menambah logistik jika stok di lapangan tidak mencukupi. Pemerintah juga siap memperkuat dapur umum maupun fasilitas pengungsian sesuai kebutuhan.

Tagana Bantu Evakuasi dan Layani Warga di Pengungsian

Kemensos telah menurunkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) bersama tim Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB). Mereka membantu asesmen, evakuasi, pendataan korban, pendirian tenda darurat, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga.

Sejumlah titik pengungsian sementara berada di Mbay, Maumere, Borong, dan Ruteng. Petugas masih memantau kondisi warga setelah BMKG mencabut peringatan tsunami.

Gus Ipul juga meminta masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan. Warga sebaiknya tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan atau retak sebelum petugas memastikan kondisinya aman.

Pemerintah mengingatkan warga agar mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG. Di tengah situasi darurat, koordinasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan petugas menjadi kunci agar bantuan dapat bergerak cepat dan tepat sasaran.