ASTAGA! Pria Ngaku Polisi Geledah Rumah di Deli Serdang, Emas Warga Raib

Pria Ngaku Polisi Geledah Rumah di Deli Serdang, Emas Warga Raib Pria Ngaku Polisi Geledah Rumah di Deli Serdang, Emas Warga Raib
Bagikan

Seorang pria mengaku polisi melakukan penggeledahan di rumah warga Deli Serdang hingga menyebabkan emas milik korban raib.

Pria Ngaku Polisi Geledah Rumah di Deli Serdang, Emas Warga Raib

Seorang warga di Deli Serdang, Sumatera Utara, dikejutkan dengan hilangnya perhiasan emas senilai Rp95 juta setelah rumahnya digeledah oleh sekelompok pria yang mengaku polisi dari Ditresnarkoba Polda Sumut. Kejadian pada 13 April 2026 ini memicu kecurigaan kuat atas aksi penyamaran tersebut. Korban kini melapor ke polisi untuk pengusutan lanjut.

Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya diĀ .

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Kronologi Kejadian Penggeledahan

Pada Senin, 13 April 2026, pukul 10.00 WIB, enam pria berpakaian sipil tiba di bengkel sepeda motor No Limit Racing Team milik korban KD (31) di Dusun I, Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak. Mereka didampingi kepala dusun dan mengaku dari tim Direktorat Reserse Siber Polda Sumut terkait dugaan judi online dan TPPU.

Penggeledahan dilakukan tanpa menunjukkan surat tugas resmi. Para pelaku memeriksa rumah dan bengkel secara mendadak, membuat saksi Ahing (45), kepala mekanik, merasa curiga. Mereka naik mobil biasa seperti preman dan berperilaku agresif selama proses.

Keesokan harinya, KD baru menyadari dua kalung emasnya hilang dari lemari. Beratnya masing-masing 19,96 gram dan 18,61 gram, senilai total Rp95 juta. Korban segera melaporkan ke Polsek Patumbak pada 7 Mei 2026 dengan nomor LP/B/215/V/2026/SPKT.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

šŸ”„ Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
šŸ“² DOWNLOAD SEKARANG

Identitas Korban dan Saksi

Korban berinisial KD adalah ibu rumah tangga berusia 31 tahun asal Dusun II Desa Patumbak I. Ia memiliki bengkel sederhana yang menjadi sumber penghidupan keluarga. Kehilangan emas ini sangat merugikan secara finansial bagi keluarganya. Peristiwa ini juga menimbulkan tekanan psikologis bagi korban dan keluarga.

Saksi utama, Ahing (45), bekerja sebagai kepala mekanik di bengkel tersebut. Ia hadir saat penggeledahan dan mendeskripsikan pelaku sebagai enam orang berpakaian preman. Ahing melaporkan kejadian secara detail saat diwawancarai media pada 11 Mei 2026. Kesaksiannya menjadi salah satu kunci dalam proses penyelidikan awal.

Kedua saksi ini kooperatif dengan penyelidikan polisi. Mereka menegaskan tidak mengenal pelaku sebelumnya. Kasus ini menjadi viral setelah laporan menyebar di media sosial. Hal ini turut meningkatkan perhatian publik terhadap kasus tersebut.

Baca Juga:Ā Tak Tanggung-Tanggung! Mentan Amran Bantu Korban Banjir di Bone Rp9 Miliar

Tanggapan Pihak Kepolisian

 Tanggapan Pihak Kepolisian

Kapolsek Patumbak, Kompol Daulat Simamora, mengonfirmasi penerimaan laporan dari KD. Polisi sedang menyelidiki identitas para pelaku yang mengaku dari Ditressiber Polda Sumut. Langkah awal melibatkan pemeriksaan saksi dan CCTV sekitar lokasi. Penyelidikan dilakukan secara intensif untuk mengungkap fakta sebenarnya di lapangan.

Polda Sumut menyatakan tim siber resmi tidak pernah melakukan penggeledahan tersebut. Kasus dicurigai sebagai aksi kriminal berkedok penegak hukum. Penyelidikan difokuskan pada motif pencurian dan kemungkinan keterlibatan oknum. Polisi juga mendalami kemungkinan adanya jaringan pelaku terorganisir.

Korban berharap polisi segera menangkap pelaku. Kapolsek menjanjikan proses cepat untuk mengembalikan emas hilang dan memproses hukum para penipu. Harapan ini disampaikan agar keadilan segera ditegakkan.

Dampak dan Pencegahan Ke Depan

Kejadian ini menimbulkan keresahan di masyarakat Patumbak. Warga kini waspada terhadap orang tak dikenal yang mengaku polisi. Kerugian Rp95 juta berdampak besar pada korban yang bergantung pada aset tersebut. Situasi ini membuat tingkat kewaspadaan warga meningkat.

Polisi mengimbau masyarakat verifikasi identitas petugas dengan meminta surat tugas dan tanda pengenal resmi. Hindari membuka rumah tanpa prosedur hukum yang jelas untuk cegah kasus serupa. Imbauan ini diharapkan dapat mengurangi risiko penipuan serupa di kemudian hari.

Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi penegakan hukum. Penangkapan pelaku diharapkan pulihkan kepercayaan publik terhadap aparat. Masyarakat Deli Serdang kian sadar akan modus penipuan semacam ini. Kesadaran ini penting untuk memperkuat keamanan lingkungan secara bersama-sama.

Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaranĀ NASIB RAKYATĀ sumber informasi terkini yang selalu terupdate.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari mistar.id