Warga Parigi Moutong dikejutkan 11 tiang listrik tumbang akibat luapan air irigasi yang membuat akses jalan utama lumpuh dan tidak bisa dilalui kendaraan
Peristiwa itu terjadi di Desa Kasimbar Palapi, Kecamatan Kasimbar, Parimo, pada Minggu (2/8/2026). Derasnya aliran air irigasi diduga mengikis tanah di sekitar pondasi hingga membuat konstruksi tiang listrik kehilangan kekuatan. Akibat kejadian tersebut, petugas harus bergerak cepat untuk mengamankan lokasi karena kabel dan tiang listrik yang roboh berpotensi membahayakan warga sekitar.
Luapan Air Irigasi Membuat Tanah Sekitar Tiang Listrik Longsor
Kapolsek Kasimbar Ipda I Komang Sukania menjelaskan bahwa peningkatan debit air irigasi menjadi penyebab utama robohnya sejumlah tiang listrik di kawasan tersebut.
Menurutnya, aliran air yang semakin deras membuat tanah di sekitar pondasi tiang menjadi labil. Kondisi itu akhirnya menyebabkan 11 tiang listrik tidak mampu bertahan dan jatuh ke area jalan.
“Kondisi itu menyebabkan tanah di sekitar pondasi tiang menjadi labil hingga akhirnya 11 tiang listrik tumbang,” ujar Komang.
Selain merusak fasilitas listrik, kejadian tersebut juga berdampak pada lingkungan sekitar. Pagar rumah warga di Dusun Ogoteng turut mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Akses Jalan Utama Parimo Lumpuh Akibat Tiang Roboh
Runtuhan tiang listrik langsung menutup badan jalan sehingga kendaraan tidak dapat melintas seperti biasa. Warga yang hendak beraktivitas harus mencari jalur lain karena akses utama masih tertutup.
Petugas kepolisian langsung memasang pengamanan di sekitar lokasi. Mereka mengatur lalu lintas sekaligus memastikan warga tidak mendekati area berbahaya yang masih terdapat kabel listrik dan material robohan.
Kapolsek Kasimbar mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri melewati lokasi kejadian sebelum petugas memastikan kondisi benar-benar aman. Menurutnya, keselamatan warga menjadi prioritas utama selama proses penanganan berlangsung.
Baca Juga:Â Misi Besar TNI di Papua! 2 Ton Obat dan Logistik Dikirim untuk Bantu Warga
Polisi Ingatkan Warga Waspadai Bahaya Kabel Listrik
Setelah kejadian, polisi mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Warga diminta tidak mendekati tiang maupun kabel listrik yang masih berada di sekitar lokasi.
Potensi bahaya masih dapat terjadi apabila masyarakat menyentuh bagian tertentu dari jaringan listrik yang mengalami kerusakan.
Petugas juga terus melakukan koordinasi dengan pihak PLN dan instansi terkait agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.
Hingga saat ini, akses jalan masih mengalami gangguan karena material robohan tiang listrik belum seluruhnya selesai dibersihkan.
PLN Kerahkan Tim dan Mobil Crane untuk Penanganan
PLN langsung mengambil langkah penanganan setelah menerima laporan kejadian tersebut. Asisten Manager Keuangan PLN UP3 Palu, Natalia, mengatakan pihaknya telah mengirim mobil crane menuju lokasi.
Mobil tersebut akan membantu proses pengamanan serta pemindahan material yang menghalangi badan jalan.
“Mobil crane PLN sedang menuju lokasi kejadian untuk mendukung proses pengamanan dan penanganan di lapangan,” kata Natalia.
Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut berkaitan dengan banjir akibat jebolnya tanggul irigasi yang membuat debit air meningkat.
PLN Fokus Buka Jalan Sebelum Pulihkan Jaringan Listrik
Tim PLN memprioritaskan pembersihan material yang menutup badan jalan agar masyarakat dapat kembali menggunakan akses tersebut dengan aman. Setelah jalur berhasil dibuka, petugas akan melakukan pemeriksaan teknis terhadap kondisi jaringan listrik yang terdampak. PLN memastikan proses pemulihan tetap mengutamakan keselamatan petugas dan masyarakat sekitar.
Peristiwa tumbangnya 11 tiang listrik di Parimo menjadi pengingat bahwa kondisi infrastruktur dapat terdampak ketika terjadi perubahan lingkungan secara tiba-tiba. Pemerintah, petugas, dan masyarakat perlu bekerja sama agar proses pemulihan berjalan cepat dan aman.