Hujan deras rendam sejumlah wilayah Padang hingga membuat warga panik dan siswa SMP Negeri 27 harus bertahan di sekolah karena banjir mengepung gedung
Banjir muncul di beberapa titik dengan ketinggian air yang terus meningkat. Sejumlah warga mulai meminta bantuan karena tidak dapat beraktivitas normal akibat genangan yang masuk ke rumah dan fasilitas umum.
Beberapa wilayah yang terdampak berada di Kecamatan Kuranji, Padang Selatan, Koto Tangah, hingga Pauh. Curah hujan tinggi membuat aliran air di sejumlah sungai tidak mampu menampung debit yang meningkat. NASIB RAKYAT akan mengulas kondisi warga Padang yang terdampak banjir akibat hujan deras hingga membuat siswa terjebak di sekolah.
Banjir Rendam Rumah Warga hingga Setinggi Dada Orang Dewasa
Warga Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, menjadi salah satu wilayah yang merasakan dampak banjir cukup parah. Air dengan cepat masuk ke dalam rumah dan membuat warga harus menyelamatkan barang-barang penting.
Seorang warga bernama Swari Arfan mengatakan kondisi air di sekitar rumahnya semakin tinggi. Ia bersama keluarga berusaha memindahkan barang yang masih bisa diselamatkan agar tidak mengalami kerusakan.
“Kondisi sekarang air sudah masuk rumah. Di luar sudah sangat tinggi, hampir setinggi dada orang dewasa,” ujar Swari.
Selain Kuranji, banjir juga melanda beberapa kawasan lain seperti Koto Tangah dan Pauh. Warga di daerah terdampak mulai meningkatkan kewaspadaan karena hujan masih terus turun.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Siswa SMP Negeri 27 Padang Terjebak Saat Sekolah Kebanjiran
Salah satu kejadian yang menarik perhatian terjadi di SMP Negeri 27 Padang. Video yang beredar menunjukkan kondisi gedung sekolah yang mulai dipenuhi air akibat banjir.
Dalam rekaman tersebut, seorang guru meminta bantuan evakuasi karena siswa dan pihak sekolah kesulitan keluar dari lokasi.
“Mohon bantuan evakuasi, karena tidak bisa kemana-mana,” ujar seorang guru dalam video tersebut.
Situasi tersebut membuat pihak sekolah membutuhkan bantuan agar para siswa dapat keluar dengan aman. Ketinggian air yang terus bertambah membuat aktivitas di sekolah terhenti sementara.
Baca Juga:Â Bikin Heboh Parimo! Luapan Air Irigasi Tumbangkan 11 Tiang Listrik Hingga Akses Jalan Lumpuh
Fasilitas Umum di Pauh Kembali Terancam Rusak
Banjir kali ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap sejumlah fasilitas umum di Kecamatan Pauh. Beberapa infrastruktur yang sebelumnya sudah mengalami perbaikan setelah banjir besar November 2025 kembali menghadapi ancaman kerusakan.
Salah satunya adalah Jembatan Gunung Nago yang pernah mengalami kerusakan akibat bencana sebelumnya. Warga khawatir derasnya aliran air dapat kembali memberikan dampak terhadap fasilitas tersebut.
Pemerintah dan masyarakat terus memantau kondisi di lapangan untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.
Selain mengganggu akses warga, banjir juga membuat sejumlah aktivitas masyarakat harus berhenti sementara hingga kondisi kembali aman.
Basarnas Padang Turunkan Tim untuk Proses Evakuasi
Melihat banyaknya laporan banjir, Basarnas Padang langsung menyiapkan tim untuk melakukan evakuasi di berbagai lokasi terdampak.
Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik mengatakan pihaknya menerima sejumlah laporan dari masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Kami mendapatkan beberapa laporan soal banjir yang terjadi hari ini dan tim sudah kami bentuk untuk melakukan evakuasi,” kata Abdul Malik.
Tim Basarnas kemudian membagi personel agar dapat menjangkau beberapa titik banjir secara bersamaan. Prioritas utama mereka adalah membantu warga yang mengalami kesulitan dan membutuhkan pertolongan segera.
Hujan Masih Turun, Warga Diminta Tetap Waspada
Hingga pukul 16.00 WIB, hujan dengan intensitas lebat masih mengguyur sejumlah wilayah Kota Padang. Kondisi tersebut membuat warga dan petugas tetap siaga menghadapi kemungkinan air kembali meningkat.
Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir diminta mengikuti arahan petugas dan segera mencari tempat aman jika kondisi semakin memburuk.
Peristiwa banjir di Padang menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dapat datang secara tiba-tiba dan memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat.
Kerja sama antara warga, pemerintah, dan tim penyelamat menjadi kunci agar proses penanganan berjalan cepat serta keselamatan masyarakat tetap terjaga.