BPS Ungkap Wilayah dengan Penduduk Miskin Terbanyak dan Paling Sedikit di Indonesia

BPS Ungkap Wilayah dengan Penduduk Miskin Terbanyak dan Paling Sedikit di Indonesia BPS Ungkap Wilayah dengan Penduduk Miskin Terbanyak dan Paling Sedikit di Indonesia
Bagikan
BPS mengungkap data kemiskinan Maret 2026, Pulau Jawa mencatat penduduk miskin terbanyak, sementara Kalimantan memiliki jumlah paling sedikit di Indonesia.
BPS Ungkap Wilayah dengan Penduduk Miskin Terbanyak dan Paling Sedikit di Indonesia
Temuan ini menarik perhatian karena lebih dari separuh penduduk miskin nasional tinggal di Pulau Jawa. Namun, angka kemiskinan secara nasional justru mengalami penurunan dibandingkan September 2025. Lantas, seperti apa rincian data kemiskinan berdasarkan wilayah?NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Pulau Jawa Jadi Wilayah dengan Penduduk Miskin Terbanyak

BPS mencatat Pulau Jawa memiliki jumlah penduduk miskin paling besar di Indonesia. Jumlahnya mencapai sekitar 12,02 juta orang atau 52,42 persen dari total penduduk miskin nasional.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M Edy Mahmud menjelaskan bahwa konsentrasi penduduk miskin di Jawa berkaitan erat dengan jumlah penduduk yang sangat besar. Jawa memang menjadi pulau dengan populasi terbesar di Indonesia.

Karena itu, angka tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa Jawa memiliki tingkat kemiskinan paling tinggi. Data jumlah penduduk miskin menunjukkan angka absolut, sehingga wilayah dengan populasi besar juga berpeluang memiliki jumlah penduduk miskin yang lebih banyak.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Kalimantan Justru Punya Jumlah Paling Sedikit

Di posisi berlawanan, Kalimantan mencatat jumlah penduduk miskin paling sedikit di antara wilayah pulau besar yang masuk dalam data BPS. Jumlahnya sekitar 870 ribu orang atau 3,79 persen dari total penduduk miskin Indonesia.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Sumatera, Bali dan Nusa Tenggara, Sulawesi, serta Maluku dan Papua. Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan karakteristik kependudukan dan ekonomi antarwilayah.

Meski begitu, jumlah penduduk miskin bukan satu-satunya indikator untuk melihat kondisi kesejahteraan. Persentase kemiskinan, tingkat pendapatan, akses pekerjaan, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat juga perlu diperhatikan.

Baca Juga: Bansos Sumsel Dibekukan Kemensos, Siapa Saja yang Bakal Diverifikasi?

Ini Rincian Penduduk Miskin Berdasarkan Pulau

Data BPS periode Maret 2026 memperlihatkan perbedaan jumlah penduduk miskin di setiap wilayah. Berikut rinciannya:

  • Pulau Jawa: 12,02 juta orang atau 52,42 persen
  • Sumatera: 5 juta orang atau 21,81 persen
  • Bali dan Nusa Tenggara: 1,83 juta orang atau 7,98 persen
  • Sulawesi: 1,77 juta orang atau 7,72 persen
  • Maluku dan Papua: 1,44 juta orang atau 6,28 persen
  • Kalimantan: 870 ribu orang atau 3,79 persen

Perbandingan tersebut memperlihatkan jarak yang cukup besar antara Jawa dan wilayah lainnya. Jawa sendiri menyumbang lebih dari separuh jumlah penduduk miskin nasional.

Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Mulai Menurun

Di tengah tingginya konsentrasi kemiskinan di Jawa, BPS mencatat perkembangan positif secara nasional. Pada Maret 2026, jumlah penduduk miskin mencapai 22,93 juta orang atau sekitar 8,07 persen dari total penduduk Indonesia.

Jumlah tersebut turun sekitar 430 ribu orang jika dibandingkan dengan September 2025. Penurunan ini menjadi salah satu tanda adanya perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

Meski angkanya membaik, pemerintah tetap menghadapi pekerjaan besar untuk menjaga tren tersebut. Perubahan harga kebutuhan pokok, kesempatan kerja, daya beli, dan kondisi ekonomi daerah dapat memengaruhi kehidupan masyarakat berpenghasilan rendah.

Jawa Catat Penurunan Kemiskinan Paling Dalam

Menariknya, Pulau Jawa tidak hanya mencatat jumlah penduduk miskin terbesar. Wilayah ini juga mengalami penurunan tingkat kemiskinan paling dalam dibandingkan wilayah lainnya.

BPS mencatat tingkat kemiskinan di Jawa turun 0,21 persen jika dibandingkan dengan September 2025. Penurunan juga terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meski besarannya berbeda-beda.

Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan kemiskinan di Indonesia memiliki gambaran yang beragam. Jawa membutuhkan perhatian karena jumlah penduduk miskinnya sangat besar, sedangkan wilayah lain tetap menghadapi tantangan sesuai kondisi masing-masing.

Angka BPS ini pada akhirnya memberikan gambaran penting bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan pengentasan kemiskinan. Dengan memahami kondisi setiap wilayah, program bantuan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan dapat diarahkan dengan lebih tepat.